berita DAERAH PENDIDIKAN

Walikota Kediri Bagikan Kiat Suksesnya dalam Orientasi Siswa Secara Daring SMAN 5

Kediri, demonstran.com – Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ajaran baru diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau akrab disebut orientasi siswa. Hanya saja MPLS tahun ini dilakukan secara daring, lantaran ditengah pandemi Covid-19. Seperti hari ini (14/7), Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menjadi pemateri pada MPLS SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri.

Dihadapan para taruna, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan materi mengenai Peran Pemuda dalam Membangun Bangsa. Dalam materinya walikota yang akrab disapa Mas Abu ini menyampaikan peran pemuda dari masa ke masa. Dimana dulu peran pemuda berjuang dalam mencapai suatu kemerdekaan Indonesia. Kini pemuda berperan sebagai agent of change , agent of development , agent of modernization , membangun pendidikan, dan memiliki semangat juang tinggi. “Banyak hal yang bisa di develop saat ini dan yang bisa nge develop adalah pemuda. Anak muda memang yang harus memimpin. Kalau kemarin kalian belajar di sekolah dan saat ini di rumah kalian harus belajar lebih. Pelajari apapun yang kalian suka dan yang penting harus punya semangat juang yang tinggi,” ujarnya.

Kemudian Mas Abu menjelaskan data demografi distribusi populasi berdasarkan data BPS Kota Kediri tahun 2019. Untuk usia 0-14 tahun sebanyak 66.022 jiwa, usia 15-29 sebanyak 76.263 jiwa, usia 30-44 sebanyak 64.853 jiwa, usia 45-59 sebanyak 52.156 jiwa dan usia lebih dari 60 tahun sebanyak 26.288 jiwa. Distribusi menurut pendidikan, untuk lulusan SMP sebanyak 45.861 jiwa, SLTA sebanyak 100.127 jiwa, dan perguruan tinggi sebanyak 112.223 jiwa. “Artinya strata pendidikan di Kota Kediri saat ini cukup tinggi. Jadi milenialnya sangat banyak. Supaya programnya keren Bapak Ibu harus sering mengajak anak-anak untuk brainstorming. Banyak contoh-contoh anak muda yang sukses. Seperti Bayu Skak, Erix Soekamti, Wiliam Tanuwijaya pendiri Toko Pedia, Achmad Zaki pendiri Buka Lapak, dan dari Kota Kediri ada Nabilah Rizky Amalia penjual slime,” jelasnya.

Pada kesempatan ini Mas Abu juga menceritakan kisah suksesnya. Dimana pada usia 22 tahun dirinya telah berhasil memiliki perusahaan sendiri. Lalu pada usia 29 tahun berhasil menjadi Wakil Walikota Kediri dan usia 34 tahun menjadi Walikota Kediri. “Kesuksesan ini berkat campur tangan banyak orang. Kalau saya boleh menitipkan pesan yang terpenting adalah ikhtiar, berdoa, tawakal dan pasrah kepada Allah. Tidak kalah penting adalah doa dari kedua orang tua kita. Ibaratnya doa orang tua itu jimat kita,” katanya.

Lalu walikota muda ini mengungkapkan bahwa Kota Kediri ini merupakan kota yang peduli terhadap pemuda. Jadi Pemerintah Kota Kediri melibatkan pemuda untuk ikut menuangkan ide bagi pembangunan Kota Kediri. Banyak juga event-event Kota Kediri untuk mewadahi pemuda. “Ada Mahakarya Kota Kediri di Kecamatan Kota, ada Kediri Car Free Night di Kecamatan Mojoroto, Bazarku Bazarmu di Kecamatan Pesantren, Nite Carnival, Parade Kendaraan Hias, Jazz Brantas, Fasilitasi UMKM Kota Kediri dengan Bukalapak dan jalur sepeda. “Beberapa event ini juga ide-ide dari pemuda. Jalur sepeda ini juga permintaan pemuda. Jadi sekarang kalau bawa sepeda lewatnya di jalur sepeda,” ungkapnya.

Terakhir, Mas Abu membagikan beberapa kunci sukses yang bisa dilakukan oleh pemuda di Kota Kediri. Pertama, pemuda harus menguasai informasi dan teknologi dengan bijak. Kedua, membangun karakter. Seperti, jujur, disiplin, mudah bergaul, kerja keras, kecintaan pada yang dikerjakan, kepemimpinan, kepribadian yang kompetitif, hidup teratur, kreatif, dan inovatif. “Di masa sekolah harus diisi dengan belajar, mencari teman yang banyak dan berkegiatan positif. Termasuk berorganisasi,” pungkasnya.

Dalam MPLS SMAN 5 Taruna Brawijaya ini juga diisi sesi tanya jawab. Monica dari kelas MIPA 6 mendapat kesempatan untuk bertanya. “Bagaimana sikap anak apabila memiliki cita-cita tapi tidak didukung oleh pendamping dan sekitar ?,” tanya Monica.

Walikota Kediri pun menjawab bahwa belum tentu semua mimpi terwujud dengan baik. “Saya dulu suka ngeband tapi saya tidak diijinkan oleh orang tua. Ya saya sempat kecewa. Artinya Tuhan tidak ingin saya menjadi anak band tapi Tuhan mengganti dengan jalan lain yang terbaik. Saya tekankan bahwa mimpi-mimpi itu tidak harus dieksekusi sekarang. Tapi mimpi-mimpi itu harus terus kita jaga,” jawabnya.(glh)