berita DAERAH

Tingkatkan Inovasi, Poktan Makmur 2 Toyoresmi Study Banding ke Kota Batu

Kota Batu, demonstran.com – Hari Selasa (3/12) Kelompok Tani Makmur 2 Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri mengadakan study banding ke Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Arjuna Batu Malang.
Kegiatan ini merupakan salah satu program untuk mengajak para petani labu madu Desa Toyoresmi dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari untuk menimba ilmu di lain daerah.
Dalam kegiatan ini banyak ilmu baru yang dijumpai dan ada beberapa tempat yang dikunjungi mulai dari pertanian hingga industri rumahan olahan produk makanan dari hasil pertanian setempat yang dihasilkan.
Diantaranya, tempat pembuatan keripik dari buah dan sayur, rumah jamur Malang milik Pak Joni Rahmat.
Sedangkan dalam study banding ini peserta mendapatkan ilmu serta wawasan baru tentang produk-produk olahan makanan yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan nilai rupiah.
“Olahan makanan tersebut seperti  jamur dibuat menjadi tahu bakso jamur, risoles dari bahan dasar jamur, keripik jamur, keripik labu, kripik cabe dan kripik ubi ungu,” terang Joni Rahmad selaku pemilik produk olahan jamur.
Joni Rahmad mengatakan, jika dalam pembuatan produk olahan keripik ini dibuat menggunakan alat yang canggih berbasis teknologi.
“Jadi bukan lagi menggunakan alat tradisional melainkan menggunakan sebuah alat untuk menunjang pekerjaan agar lebih efisien. Alat itu adalah ‘vacum fraying’. Dan tahapan terakhir keripik-keripik tersebut kita simpan di aluminium voil. Dengan beberapa cara diatas tadi mampu membuat cita rasa keripik yang dihasilkan lebih enak dan membuat kriuk dari keripik itu menjadi lebih awet,” ungkapnya.
Selain itu tujuan study banding selanjutnya di home industri milik Pak Hari yang memiliki produk olahan makanan keripik berbahan dasar buah seperti apel, nanas dan juga pisang. Dan tujuan studi banding terakhir adalah mengunjungi produk olahan minuman teh sari apel dan budi daya tanaman hias milik  Luki  Budiarti Batu Malang.
“Tujuan kami melakukan study banding ini yakni untuk memberikan wawasan terutama dalam hal menciptakan produk olahan makanan kepada para pegiat kelompok tani labu madu di Toyoresmi. Dengan study banding ini diharapkan pola pikir dari kelompok petani Toyoresmi bisa semakin berkembang dan tercipta inovasi-inovasi olahan makanan yang memiliki cita rasa enak dan diterima oleh masyarakat,” kata Sulistyo salah satu pengurus dari kelompok tani Toyoresmi.
Ditambahkan oleh Sulis, jika pihaknya ingin seusai kepulangan dari hasil study banding, ia memiliki gagasan pemikiran jika nantinya di daerah Toyoresmi memiliki  wisata edukasi tentang bunga anggrek maupun tanaman bunga hias lainnya.
“Jadi tak hanya olahan labu madu saja. Harapannya di Toyoresmi juga dapat mengembangkan wisata edukasi atau budidaya anggrek maupun tanaman bunga hias lainnya seperti halnya di Batu Malang ini. Jadi semakin lebih variatif  dan harapannya kelompok tani di Toyoresmi bersama KWT Lestari kedepannya mampu menambah wisata baru yakni membudidayakan anggrek dan tanaman bunga hias,” paparnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dusun Besuk Desa Toyoresmi, Muji Rahayu. Ia berharap, dengan dilakukannya study banding ini mampu memberikan inovasi baru terhadap kelompok tani di Desa Toyoresmi.
“Sehingga dengan adanya inovasi itu mampu menciptakan produk olahan baru disini dan tentunya berdampak pada gairah perekonomian di Toyoresmi semakin lebih baik lagi,” ungkapnya.(dk)