berita DAERAH

Tidak Berizin, Panti Pijat Disegel Satpol PP

Kediri, demonstran.com – Satu panti pijat di Kota Kediri tepatnya di Jalan Kapten Tendean, Kelurahan Tosaren Kota Kediri disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu (8/1).

Panti pijat dengan nama “Pijat Classic” tersebut terpaksa di tutup Satpol PP lantaran tak memiliki izin prinsip buka.

Berdasarkan Permenkes 8/2014 tentang Pelayanan Kesehatan Spa, setiap panti pijat harus ada izin teknisnya.

“Karena tak memiliki izin, siang tadi panti pijat yang ada di wilayah Kelurahan Tosaren ini harus terpaksa kami tutup dan kita lakukan tindakan segel,” kata Nur Khamid, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Kediri kepada Demonstran.com.

Dijelaskan oleh Nur Khamid, jika penertiban serta pengecekan terhadap tempat-tempat panti pijat seperti ini dalam rangka mencegah terkait aturan fasilitas tempat pijat yang sering disalahgunakan menjadi tempat prostitusi.

“Selain mencegah terjadinya prostitusi. Pengecekan ini juga dalam rangka penyelamatan serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jadi panti-panti pijat yang tak memiliki izin oprasional ini jelas akan merugikan keuangan daerah. Mengapa, seharusnya mereka harus mengurus perizinan terlebih dahulu kepada pihak terkait termasuk dalam kepengurusan pajaknya. Nah dari pajak ini jelas akan mendongkrak pemasukan PAD Kota Kediri,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Nur Khamid, jika kedepannya pihaknya akan terus melakukan pengecekan pengecekan terhadap panti pijak yang tak berizin. Penyegelan pun akan diberlakukan tegas tanpa tebang pilih.

“Kita segel untuk langkah terakhirnya apabila pemilik panti pijat tetap membandel. Jadi tata caranya adalah kita lakukan pengecekan terlebih dahulu. Jika ditengarai tidak memiliki izin maka petugas akan memberikan surat peringatan sebanyak 3 kali. Jika dari 3 kali himbauan tersebut tidak segera mengurus perizinan, maka panti pijat tersebut akan kami lakukan penyegelan,” paparnya.(glh)