berita POLITIK

Terbantu Figur Jokowi, PDI P Rebut Kursi Ketua DPRD Kota Kediri

Kediri, demonstran.com – PDI Perjuangan dipastikan akan mendapat jatah kursi ketua DPRD Kota Kediri periode 2019–2024, yang sebelumnya diisi dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Meski sama-sama memperoleh 5 kursi, namun partai berlambang banteng moncong putih itu unggul komulatif perolehan dukungan dari hasil rekapitulasi perolehan suara di tiga Kecamatan Kota Kediri.
Sedangkan jika melihat prosentase jumlah suara dari kedua partai ini berbeda tipis. Tak lebih hanya 600 suara. Dari data rekapitulasi KPU Kota Kediri, PDIP unggul perolehan 29.124 suara. Sementara PAN memperoleh 28.550 suara. Sebenarnya perolehan PAN tahun ini tak berbeda jauh dibanding 2014 lalu. Saat itu partai berlambang matahari putih itu meraup 28.797 suara. Hanya turun 247 suara.
Peluang caleg PDIP untuk menempati kursi yang saat ini diduduki Kolifi Yunon politikus PAN (Ketua Dewan pereode 2014-2018) ini terbuka lebar. Mengacu Undang-Undang (UU) 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Regulasi itu menjabarkan bila terdapat dua partai memperoleh kursi sama banyak, maka penentuan yang dipakai adalah total perolehan suara partai terbanyak.
Agus Sunoto, DPD PDIP Kota Kediri saat dikonfirmasi Demonstran.com, Selasa (23/7) mengaku bersyukur atas hasil yang didapat oleh partainya dalam kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
“Alhamdulillah masyarakat memberikan kepercayaan pada PDIP. Secara garis besarnya kami siap untuk mengemban tugas yang dipercayakan oleh masyarakat. Segala aspirasi akan kami tampung dan kami kawal,” ujarnya.
Agus Sunoto mengaku, jika lonjakan suara yang diperoleh PDIP kali ini dipengaruhi oleh faktor figur Presiden Jokowi-Ma’ruf. “Iya salah satunya berkat figur Presiden juga yang membuat persentase suara PDIP mendulang tinggi. Disisi lain juga berkat kerja keras dari jajaran pengurus partai dalam mempersiapkan kontestasi lima tahunan ini,” ungkapnya.
Disinggung mengenai kader yang nantinya akan diajukan sebagai ketua dewan. Agus Sunoto mengaku masih belum membahas siapa nama yang akan menduduki kursi DPRD periode 2019-2014 itu. “Pembahasan itu baru akan dimulai ketika penetapan dan pelantikan anggota DPRD Kota Kediri. Namun berdasarkan petunjuk dari DPP, memang jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC punya kans kuat untuk mengemban amanah tersebut,” paparnya.
Sementara itu Kolifi Yunon saat dikonfirmasi Demonstran.com, pihaknya tetap bersyukur. “Alhamdulillah masyarakat masih memberikan kepercayaan kepada saya,” ujarnya.
Kepercayaan masyarakat tersebut menurutnya atas kinerja wakil rakyat Partai PAN di Kota Kediri. PAN selama ini menurutnya memiliki sumbangsih besar terhadap kemajuan pembangunan. Sehingga caleg-caleg partai masih dipercaya melanjutkan di kursi dewan periode terbaru ini.
Termasuk suara yang didapatkannya. Meskipun suara partainya sedikit menurun, Yunon justru mendapatkan suara lebih banyak dibanding tahun 2014. Dari hasil rekapitulasi suara ia mendapat 4.646 suara. Bertambah 745 dari tahun 2014 yang mendapat total suara 3.901 suara. Ia pun di tahun ini menjadi predikat tertinggi dari semua caleg di Kota Kediri.
Ditanya soal kursi ketua dewan yang kali ini diambil alih dari PDIP. Yunon mengaku tak mempermasalahkannya. “Mau bagaimana lagi. Hasil menunjukkan seperti itu. Memang PDIP dalam Pemilu kali ini unggul dikarenakan terbantu dengan adanya faktor figur Presiden,” bebernya.(glh)