berita KRIMINAL

Takut Terjaring Satpol PP, Wanita Ini Sembunyi Dibalik Pintu Kontrakan

Kediri, demonstran.com – Lagi, satu pasangan remaja yang bukan suami istri dijaring oleh petugas Satpol PP Kota Kediri. Dua remaja yang diketahui berinisial
HY, lelaki 20 tahun asal Kanigoro Blitar, dan pasangan perempuannya ID, 21m, asal Kepulungan Gempol Kabupaten Pasuruan. Keduanya diamankan di kontrakan yang disewa oleh HY di Kelurahan Campurejo, Mojoroto, Sabtu (10/8/2019).
Berawal saat petugas mendapatkan laporan dari warga sekitar tentang penyalahgunaan kontrakan. Karena sering terlihat pemilik kontrakan memasukkan lawan jenis pada malam hari. “Aduan masyarakat langsung kami tindak lanjuti,” imbuh Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.
Ia menjelaskan, saat petugas tiba di lokasi dengan posisi berada di depan rumah kontrakan tersebut. Petugas mendapati bahwa rumah yang dilaporkan dalam keadaan lampu yang mati. Gelap, dan tidak ada aktivitas.
Namun, petugas melihat ada sepatu seperti ada tamu yang berkunjung di depan rumah, dan gerbang kontrakan tidak tertutup dengan rapat. Langsung saja, petugas yang didampingi oleh Ketua RT mencoba memeriksa keadaan rumah tersebut. “Petugas melihat dari jendela yang ada gordennya terbuka sedikit, ada seorang lelaki yang terlihat kebingungan,” terang Nur Khamid.
Setelah menunggu agak lama, lampu dinyalakan, dan lelaki tersebut keluar. Ia berdalih sedang tidur, makanya lampu dimatikan. Namun, saat petugas meminta izin ingin melakukan pengecekan, lelaki tersebut pun mempersilahkan.
Petugas menemukan ada seorang wanita yang bersembunyi di balik pintu kamar tidur. Bahkan, perempuan tersebut juga sempat menangis saat didatangi petugas. “Mungkin takut, atau bagaimana jadinya menangis,” terang Nur Khamid.
Setelah diketahui bukan pasangan suami istri, petugas membawa keduanya ke kantor Satpol PP Kota Kediri di Jalan Veteran Mojoroto untuk didata dan dilakukan pembinaan.
Nur Khamid menjelaskan bahwa petugas yang menghubungi pihak keluarga masing-masing remaja itupun datang pada Sabtu (10/8) dinihari untuk menjemput mereka. “Peran orangtua juga penting bagi perilaku anak, maka dari itu juga diberikan koordinasi dari satpol pp dengan pihak keluarga. Jangan sampai kedepannya terjadi suatu hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.(glh)