berita POLITIK

Sutrisno Mundur Dari Ketua DPC PDIP, Ada Apa?

Kediri, demonstran.com – Suhu politik menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kediri 2020 mendatang mendadak menghangat. Hal ini menyusul tersiarnya kabar ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri Sutrisno yang dikabarkan mundur dari kursi jabatannya.

Kabar mundurnya mantan Bupati Kediri dua periode itu terbilang mengagetkan. Mengingat pemilihan Bupati sebentar lagi bakal bergulir. Usut punya usut, kabar beredar tentang pengunduran Sutrisno tersebut dipicu atas persoalan rekomendasi yang tidak berpihak pada calon dukungannya di kubu internal PDIP.

Sedangkan diketahui, dalam kontestasi 5 tahunan itu Sutrisno menyatakan secara tegas jika dirinya mencalonkan pasangan Mujahid – Eko Ediyono sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilbup yang akan diselenggarakan pada 23 September 2020 mendatang.

Sementara itu, saat tim liputan Demonstran.com berhasil menemui Sutrisno di kediaman Wisma Tamu, Kamis (26/12). Sutrisno pun membenarkan soal pernyataan dirinya yang mundur dari kursi jabatan sebagai ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri. Namun bukan persoalan rekomendasi beda dukungan yang membuat Sutrisno mundur dari kursi jabatan, melainkan menurutnya di kubu internal partai bersimbol banteng moncong putih itu perlu adanya regenerasi.

Sutrisno mengakui, jika dirinya juga sudah mengirim surat resmi pengunduran diri ke DPP PDI Perjuangan dengan tembusan ke DPD Jawa Timur tepatnya pada 20 Desember 2019 kemarin.

“Saya mengundurkan diri karena partai memang perlu adanya regenerasi. Dan saya mundur pun partai dalam keadaan yang baik,” katanya kepada Demonstran.com.

“Kondisi yang baik seperti apa, dimana selama di era saya menjabat, Partai PDIP benar-benar mengalami kemajuan yang signifikan. Terbukti, untuk saat ini DPC PDIP Kabupaten Kediri berhasil memiliki tambahan gedung baru. Lalu pada saat pilpres 2019 menjadi peringkat 2 se-Jatim atas persentase kemenangan. Serta perolehan pemilu legislatif tahun ini naik dari 12 kursi menjadi 15 kursi begitupun dengan perolehan suara yang di dapat terbilang naik hingga 30 persen,” paparnya.

Lebih lanjut, Sutrisno menegaskan, jika dirinya mundur bukan karena perbedaan rekomendasi dukungan calon bupati.

“Sekali lagi bukan. Karena di lain sisi rekom PDIP sendiri juga masih belum keluarkan. Saya pun yakin DPP memiliki pemikiran yang bagus terutama dalam menentukan siapa calon bupati yang benar-benar memiliki prospek bagus,” imbuhnya.

Diketahui, Sutrisno menduduki ketua DPC PDIP terbilang cukup lama. Yaitu setelah ia menyelesaikan tugasnya usai menjabat bupati Kediri 2009 silam. Ia pada saat itu menggantikan kursi ketua DPC PDIP yang duduki oleh Erjik Bintoro. Dan posisi itu ia duduki hingga saat ini.(glh)