berita DAERAH

Suasana ‘Jepang’ Di Kawasan Simpang Lima Gumul

Kediri, demonstran.com – Suasana kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri sore itu, Senin (9/9) bak seperti di negara Jepang. Suasana tempat yang sejuk serta ditambah adanya panorama indah yakni mekarnya puluhan bunga berwarna kuning seperti bunga sakura asal negeri samurai itu, seolah memanjakan masyarakat yang berkunjung di kawasan yang menjadi ikon Kabupaten Kediri ini.

Diketahui, bunga berwarna kuning ini ialah bunga Tabebuya yang merupakan sejenis tanaman yang berasal dari negara Brasil dan termasuk jenis pohon besar. Seringkali tanaman ini dikira sebagai tanaman Sakura oleh kebanyakan orang, karena bila berbunga bentuknya mirip seperti bunga sakura. Namun kedua tanaman ini sebenarnya tidak berkerabat.

Sementara itu, salah satu jalan di kawasan SLG memang menjadi daya tarik setiap Bunga Tabebuya mekar. Panorama inipun menjadi lokasi favorit bagi pengunjung. Termasuk warga yang kebetulan melintas di daerah tersebut. Tepatnya di jalanan samping Gumul dekat Paradise Island (GPI) yang juga masuk kawasan SLG.

“Sangat bagus, seperti berada di Jepang,” kata Sabrina, salah satu pengunjung SLG yang sore itu sedang berfoto di sekitar Bunga Tabebuya.

Menurut perempuan asal Kecamatan Ngasem itu, mekarnya bunga yang memiliki nama latin Handroanthus chrysotrichus tersebut memang menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi jenis buka ini tak mekar sepanjang waktu. Hanya musim-musim tertentu saja bunga tersebut mekar dan bisa dinikmati keindahannya.

“Sengaja ke sini, karena lihat di Instagram kok bagus,” ujarnya.

Memang, saat Bunga Tabebuya di SLG mekar, selalu menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Banyak masyarakat yang memosting keindahan bunga yang sedang mekar ini. Tak heran jika, banyak masyarakat yang penasaran dan berkunjung untuk sekadar berswafoto di bawah pohon Bunga Tabebuya.

Sore itu, beberapa pohon sudah terlihat menggugurkan bunganya. Ada juga yang dalam satu pohon hanya bunganya saja yang tumbuh. Sementara daun dari bunga tersebut tidak tampak. Tentu pohon itu yang menarik. Semakin sore, pengunjung di kawasan SLG utamanya di jalan yang ditumbuhi Bunga Tabebuya semakin ramai.

Termasuk siswa sekolah, warga yang saat itu tengah berolahraga, atau mereka yang hanya sekadar duduk di sepanjang trotoar yang memang telah disediakan bangku untuk pengunjung.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Krisna Setiawan mengungkapkan, keberadaan Bunga Tabebuya di kawasan SLG itu memang menjadi daya tarik tersendiri. Terlebih ketika sedang bermekaran seperti saat ini.

“Prinsipnya itu (Bunga Tabebuya) akan menambah keindahan kawasan SLG,” ungkap Krisna kepada Demonstran.com.

Krisna menambahkan, jika bunga tabebuya ini dalam setahun dapat berbunga sebanyak dua kali. Dan bulan September ini bunga tabebuya kembali mekar.

“Mumpung pas lagi mekar, bunga tabebuya ini sangat bagus untuk dibuat objek foto selvi. Jadi bagi para pengunjung SLG, silahkan mengabadikan foto sebanyak-banyaknya disini,” terangnya. (glh)