berita KRIMINAL

Soal Penyelundupan Narkoba ke Dalam Lapas, Polisi Masih Lakukan Pengembangan

Kediri, demonstran.com – Paska tertangkap tangan tengah melakukan niatan penyelundupan Narkoba. Kini petugas Satresnarkoba Polres Kediri Kota masih terus dalami peran DAP, 28, warga Kayenkidul, Kabupaten Kediri. Pasalnya wanita lulusan SMP itu ditangkap tangan oleh Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Kediri karena hendak menyelundupkan berbagai jenis narkoba ke dalam lapas, Selasa (3/12) siang.

Saat dikonfirmasi, Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi menjelakan bahwa DAP saat ini masih ditahan di Polres Kediri Kota. Dengan menjalani serangkaian pemeriksaan dari petugas Satresnarkoba Polres Kediri Kota. “Proses dilanjut ke pengembangan,” ujarnya, kemarin.

Petugas masih mendalami peran DAP. Saat ini, petugas masih belum bisa menjelaskan, apakah DAP bergerak sendirian, atau ia disuruh oleh orang luar, sebagai perantara untuk memberikan berbagai jenis narkoba kepada saudara sepupunya MS, 29, yang menjadi narapidana dalam kasus narkoba juga.

Kepada petugas, DAP menjelaskan bahwa dari tiga jenis narkotika yang dimasukkan ke dalam celana dalamnya, rencananya akan diedarkan kembali di dalam Lapas. Terbukti dengan salah satu barang bukti lainnya, yakni plastik klip kosong dalam jumlah banyak.

Dengan jumlah total sabu-sabu mencapai 99,55 gram, ganja kering dengan berat 135,4 gram, dan 66 butir pil ekstasi dengan logo superman dan kura-kura, DAP kini dapat dikenai dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2) jo pasal 111 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Untuk diketahui, DAP diamankan oleh Satresnarkoba Polres Kediri Kota setelah mendapatkan informasi dari petugas Lapas Kediri terkait penemuan narkoba dari DAP. Saat itu, petugas melakukan pemeriksaan terhadap para pengunjung lapas yang hendak membesuk narapidana pada Selasa (3/12) siang.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, petugas perempuan lapas mendapati ada yang tidak beres saat melakukan pemeriksaan di sekitar area kemaluan luar. Saat itu, DAP menggunakan celana panjang. Lalu, petugas pun meminta untuk DAP melepas celananya. DAP pun dibawa ke kamar mandi di ruang pemeriksaan. “Ditemukan plastik gelap, yang awalnya diduga sebagai barang yang hendak diselundupkan,” terang Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Minkamtib) Lapas Kediri Lilik Subagiyono.

Dari balik celana dalam yang dikenakan DAP, ada dua bungkusan hitam yang diberi lakban coklat, dan lakban hitam. Bungkusan pertama, ketika jatuh di lantai kamar mandi tiba-tiba muncul satu set charger handphone. Sedangkan bungkusan yang lain, masih terbungkus dengan lakban.(glh)