berita PENDIDIKAN

SMPN 2 Gurah Raih Penghargaan Adiwiyata Mandiri Tingkat Nasional

Kediri, demonstran.com – Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Kediri, yakni SMPN 2 Gurah Kabupaten Kediri menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri Tahun 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Penghargaan diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar kepada Kepala SMPN 2 Gurah Suzana Kuncayani Rahadian Spd. Mpd di Auditorium Dr. Ir. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (13/12).

Anugerah Widiyata Mandiri 2019, disampaikan setelah proses penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri (CSAM) Tahun 2019 selesai dilaksanakan.

Menurut Suzana Kuncayani, Adiwiyata Mandiri merupakan kategori tertinggi yang diperoleh sekolah berwawasan lingkungan. Untuk bisa sampai ke level itu, perjuangan yang dilalui sekolah dimulai dari Adiwiyata Kabupaten hingga Nasional terlebih dahulu.

“Sebelum bersaing memperoleh status Adiwiyata Mandiri, harus bersaing meraih Adiwiyata Nasional dulu. Salah satunya sekolah kita harus mempunyai 3 sekolah binaan, dan sekolah kami sudah memilikinya yakni SMPN 2 Wates, SMPN 3 Plosoklaten, dan SMPN 2 Kepung, hingga akhirnya ketiga sekolah binaan tersebut mendapat penghargaan tingkat Kabupaten,” ucap Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Gurah, Suzana Kuncayani Rahadian, Spd. Mpd. Saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, (17/1).

Kepala SMPN 2 Gurah ini menceritakan perjalanan sekolah yang dipimpinnya dalam meraih Adiwiyata Mandiri pada tahun ini, (tahun 2019, red) Suzana menceritakan, awalnya SMP Negeri 2 Gurah memperoleh Adiwiyata Kabupaten dan Adiwiyata Provinsi, lalu status raihannya meningkat menjadi Adiwiyata Nasional.

Suzana menambahkan bahwa untuk meraih prestasi Adiwiyata Mandiri, sebagai kategori tertinggi dibidang ini, sekolah harus melaksanakan berbagai Program Sekolah Adiwiyata. Setidaknya ada 4 hal pokok yang harus diperhatikan, diantaranya kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

“Alhamdulillah tahun ini bisa meraih Adiwiyata Mandiri. Terimakasih kepada seluruh guru yang telah bekerjasama menerapkan inovasi pembelajaran berbasis pelestarian lingkungan, yang terintegrasi dalam setiap mata pelajaran. Ucapan terimakasih juga kepada para siswa yang turut aktif dan antusias dalam pembelajaran memilah sampah organik dan anorganik,” sebut Suzana.

Untuk mempertahankan penghargaan Adiwiyata mandiri tersebut Kepala Sekolah mengatakan harus ada kerjasama antara murid, guru, warga sekitar, dinas pendidikan serta dinas lingkungan hidup.

Suzana juga berharap bahwa penghargaan yang diperoleh SMP N 2 Gurah ini tetap dipertahankan karena penghargaan ini merupakan tanggung jawab yang luar biasa sehingga tidak boleh berhenti hanya sampai disini, tetap dijaga dan hal ini merupakan konsekuensi. Dan pemerintah akan tetap memantau apakah sekolah yang telah mendapat penghargaan adiwiyata mandiri masih pantas menyandang predikat tersebut.

“Hal yang baik kenapa tidak dipertahankan,” ucapnya.(yy)