berita KRIMINAL

Sebelas Penjudi Botoh Pilkades Diamankan Polres Kediri

Kediri, demonstran.com – Jajaran Polres Kediri terbilang sukses dalam menjaga kondusifitas diwilayah hukumnya paska gelaran pesta demokrasi Pilkades yang dilakukan pada 30 Oktober 2019 kemarin.

Salah satu bentuk kinerja dari mereka dalam mensukseskan serta menjaga kondusifitas Pilkades yakni berhasil amankan 11 pelaku terlibat judi botoh Pilkades.

Ke 11 pelaku judi botoh ini diamankan di 3 lokasi atau desa yang berbeda. Yaitu di Desa Sitimerto, Desa Pagu, Kecamatan Pagu dan Desa Sekoto, Kecamatan Badas.

Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton menjelaskan bahwa penangkapan pelaku perjudian dilakukan sebelum pelaksanaan pilkades. Sebanyak 11 pelaku diamankan di 3 lokasi atau desa. Yaitu di Desa Sitimerto, Desa Pagu, Kecamatan Pagu dan Desa Sekoto, Kecamatan Badas.

“Para pelaku ini diamankan tim satgas Anti Botoh yang dibentuk oleh Polres Kediri. Kita amankan pelaku ini di tiga Desa berbeda,” ungkap AKBP Roni pada Demonstran.com, Rabu (6/11).

AKBP Roni menerangkan dalam modus operandinya, ada yang bertindak sebagai bandar atau pengepul dan pengecer tugasnya mencari pemasang. Sementara nilai judinya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Pilkades jadi taruhannya nanti yang menang akan mendapatkan keuntungan 10 persen.

Dari penangkapan ke 11 pelaku ini, petugas mengamankan uang tunai sebesar Rp 36 juta. Saat ini ke 11 pelaku sedang menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Kediri. Akibat perbuatannya 11 tersangka judi botoh dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun.

“Palaku ini mengaku mencari keuntungan. Keseharian mereka bekerja ada yang menjadi montir bengkel, petani, peternak ikan lele dan buruh serabutan,” ungkap Kapolres Kediri.

Lebih lanjut Kapolres menambahkan, terkait tindak pidana yang dilakukan oleh ke 11 pelaku ini akan dikenakan hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.(glh/yy)