berita DAERAH

Rumah Sakit di Kediri Tidak Boleh Menolak Pasien Terindikasi Corona

Kediri, demonstran.com – Dalam rangka mencegah penyebaran virus covid – 19, Pemkab Kediri melaksanakan pertemuan dengan organisasi profesi dengan direktur rumah sakit, dalam hal ini komitmen bersama untuk penanganan peredaran virus covid – 19 di Kabupaten Kediri.

Bambang Triyono, Kepala Dinas Kesehatan dan juga juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, mengatakan bahwa dalam kegiatan ini diharapkan ada kesepahaman dan kesepakatan dengan rumah sakit untuk ikut berperan serta dalam penanggulangan covid 19.

Dalam komitmen tersebut rumah sakit tidak boleh menolak untuk melayani penderita dan tetap memberikan pelayanan sebagaimana mestinya. Agar pasien segera mendapat pengobatan.

Lebih lanjut Bambang mengatakan dalam kegiatan tersebut ada 11 rumah sakit yang berkomitmen ikut membantu dan tidak menolak pengobatan pasien yang terindikasi.

” Dalam komitmen tersebut ada 11 rumah sakit yang ikut membantu dan tidak menolak melayani pengobatan pasien yang terindikasi,” ucap dr. Bambang Triyono, juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri.

Jadi dengan komitmen bersama ini kita berharap pasien – pasien ODP(orang dalam pengawasan) tidak harus segera dilempar ke rumah sakit umum Kabupaten Kediri, namun tetep dikondisikan di rumah sakit masing masing. Guna menyikapi pergerakan kasus tersebut nantinya di harapkan rumah sakit ke depannya harus mulai mempersiapkan diri menyiapkan ruang isolasi, bilamana suatu saat nanti dibutuhkan.

Perlu diketahui ke 11 rumah sakit yang ikut menandatangani kesepatan itu adalah RSUD Pelem Pare, RSUD Toeloengredjo, RSIA Permata Hati, RSIA Kasih Bunda, RS Amelia, RS Wilujeng, RSM Siti Khodiejah, RS Arga Husada, RS Aura Syifa, RSM Surya Melati, RSUD SLG.(yy)