berita DAERAH

Ritual Jamasan Desa Sonorejo Untuk Pembersihan Diri 

Kediri, demonstran.com – Gebyar desa wisata 2020 di Desa Sonorejo Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri diadakan kegiatan ritual  jamasan, kirab budaya dan pagelaran wayang krucil dengan hiburan lawak.
Kegiatan jamasan adalah kegiatan yang dilakukan untuk pembersihan diri. Bertujuan untuk agar bisa introspeksi diri agar waktu yang akan datang bisa jauh lebih baik.
Acara jamasan dimulai di Sendang Sonorejo, sekaligus mempopulerkan wisata yang ada di desa tersebut.
Kegiatan ini diikuti seluruh masyarakat Desa Sonorejo.
Proses jamasan dimulai dengan  mengambil air suci dari sumber Agung sebagai kepercayaan di sendang tersebut.
Ada 3 sesepuh putri yang mengambil turun ke sendang didampingi putri putri ayu yang masih gadis.
Tujuan mengambil air sumber tersebut agar selalu sehat, lancar rezeki, karier, dll yang merupakan kepercayaan di desa ini.
Habis dari mengambil air rombongan ritual menuju ke tempat pemandian air kembang yang sudah disiapkan yang nantinya dicampur dengan air yang ambil dari sumber tadi. Diawali dari Bapak kepala desa Sonorejo yang dimandikan oleh para sesepuh dengan tujuan bersih raga, jiwa, dan bathin dilanjut warga yang ingin bersihkan diri.
Setelah selesai dilanjutkan doa bersama dan makan tumpeng bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Dengan bersama sama menaiki kereta kuda yang dihias menuju Sumber Towo dan balai desa.
Acara masih berlangsung dibalai desa tersebut dengan pengalungan bunga dan penyematan keris, dilanjutkan hiburan  tari- tarian.
Lurah Desa Sonorejo Kecamatan Nggrogol , H.A.Choliq Efendi menyampaikan  bahwa acara ini dimulai dari pukul 08.00 WIB  dengan kegiatan jamasan di Sendang Sonorejo menuju Panjen diteruskan ke Balai Desa Sonorejo dan diadakan pagelaran wayang krucil di Sendang Sonorejo. Terakhir  pengukuhan-penyematan dan jumenengan yang diiringi tarian “Budoyo Ketawang” dari Solo pukul 19.00 WIB  nanti malam.
“Jamasan ini melambaikan penyucian sebelum kita dapat Wahyu, maka kita harus mensucikan diri,hati,dan bathin.
 Agar bersih ,supaya kita bisa melangkah untuk menjadikan desa ini menjadi lebih baik lagi.”
Masih kata Choliq “Jangan kita lupakan budaya Jawa yang hampir punah,karena perkembangan zaman, Lestarikan kembali budaya Jawa.”
Untuk pengukuhan, ini dimaksudkan sebagai ikrar , abdi masyarakat/ pemimpin/ Demang di desa ini yang nantinya akan membawa desa ini kemana ? Dan untuk hal tersebut kita harus memiliki visi dan misi sebagai langkah apa yang akan kita kerahkan untuk masyarakat.”
Tidak hanya fasilitas saja  yang kita bangun ,namun juga mengembangkan desa ini serta menjunjung tinggi nilai budaya di desa ini.
Untuk tradisi ini memang kita lakukan diawal tahun 2020(5/1).
“Mari masyarakat Desa Sonorejo ,kita saling  bergotong royong, karena ini adalah bentuk kunci sukses membangun desa yang lebih baik,dan saya sampaikan terimakasih atas dukungan dari Arya media Production dan Bung JR yang sudah membantu mensukseskan kegiatan ini, tutupnya saat diwawancarai demonstran .com ” (dk)