KRIMINAL

Ratusan Penambang Pasir Protes Kedatangan Alat Berat

Kediri, demonstran.com – Ratusan penambang pasir tradisional di sepanjang aliran lahar Sungai Ngobo, Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri mendatangi kantor Bupati, Rabu (27/2/2019) malam. Mereka memprotes datangnya alat berat (backhoe) yang akan melakukan penambangan pasir di kawasan tersebut.
“Kami menambang pasir di aliran Lahar Pulo Sungai Ngobo sudah turun temurun. Kalau di lokasi yang sama ada alat berat, penambang tradisional bakal tersingkir. Jelas kami menolak atas kedatangan alat berat tersebut,” ungkap Tubagus Mitra Jaya (41) perwakilan pengunjuk rasa.
Tubagus mengatakan, alat berat milik PT Zahra Bumi Gemilang tersebut datang sekitar pukul 12.00 WIB siang.
“Alat berat itu datang dengan didampingi oknum aparat sebanyak 10 orang. Meski oknum tersebut mengaku telah mendapatkan izin dari pihak terkait, namun para penambang pasir tradisional tetap bersikukuh menolak dan memaksa agar alat berat tersebut dikeluarkan dari area pertambangan,” ungkap Tubagus.
Setelah melakukan orasi sekitar kurang lebih 30 meni, para penambang pasir ini ditemui oleh Kapolres Kediri dan Dandim 0809 Kediri.
Kapolres Kediri, AKBP Roni Faizal Saiful Faton yang turut hadir dan menemui para penambang pasir mengatakan, aksi ini dipicu datangnya alat berat yang mencoba melakukan penambangan di daerah Lahar Pulo Sungai Ngobo.
“Kita telah melakukan mediasi bersama antara pihak penambang tradisional dan pemilik alat berat. Intinya sih untuk sekarang tidak boleh ada kegiatan alat berat yang masuk disana. Hal itu ditujukan untuk menjaga kondusivitas. Dan kita juga akan mengawasi terkait masuknya alat-alat berat tersebut yang disinyalir menjadi pemicu gesekan di daerah tersebut,” ungkapnya.
“Yang jelas, persoalan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan ditangani pihak-pihak terkait. Jadi untuk penambang pasir tradisional bisa melakukan aktivitasnya kembali di lokasi penambangan tersebut,” pungkas Kapolres.

Ada sekitar 500 orang penambang pasir tradisional yang mengikuti aksi ini. Mereka datang dengan mengendarai truk angkutan pasir yang kemudian diparkir berderet di depan kantor Bupati Kediri. Meski para pengunjuk rasa terbilang dalam jumlah cukup besar, namun dalam aksi tersebut berlangsung aman serta kondusif berkat pengawasan ketat dari petugas kepolisian dibantu dengan Satpol PP.(glh/yy)