berita HEADLINE

PRODAMAS BERMASALAH

Kediri, Tabloid Demonstran – Program andalan Pemerintah Kota Kediri, Program Pemberdayaan Masyarakat yang biasa disingkat PRODAMAS pada awal disosialisasikan mendapat respon positif masyarakat kota Kediri. Bahkan dalam masa kampanye walikota Abdulah Abu bakar untuk periode kedua, prodamas menjadi andalan untuk menggaet suara pemilih. Namun bagai peribahasa tidak ada gading yang tak retak, program yang sempat dilirik pemerintah pusat sebagai percontohan ini mulai diselidiki pihak kepolisian.

Kabar diselidikinya Prodamas ini pertama kali muncul melalui media sosial. Informasi tersebut diunggah lewat akun Facebook bernama Srie Gaston. “AKHIRNYA PRODAMAS DIPERIKSA TIPIKOR.. Kecamatan Pesantren = Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Kota = Kelurahan Balowerti, Kecamatan Mojoroto = Kelurahan Mrican, Pemeriksaan Anggaran tahun 2015 – 2018, Piye to….ojo nemen2 to…Ahay hihihiii,” berikut isi postingan akun Srie Gaston.

Polisi Lakukan Pemeriksaan

Atas kejadian ini, Tim Tabloid Demonstran mencoba menggali informasi lebih jauh dengan menghubungi Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Hanif Fatih Wicaksono. Kasat Reskrim membenarkan terkait kabar adanya pemeriksaan tersebut. Namun ia enggan menyebutkan berapa orang yang sudah diperiksa petugas, terkait anggaran Prodamas periode 2015-2018.

“Kalau yang sudah diperiksa ada beberapa orang. Tapi jumlahnya saya masih belum bisa berkomentar,” kata Kasat Reskrim AKP Hanif, Kamis (11/7/2019).

AKP Hanif juga enggan berkomentar lebih jauh. Menurutnya, pihak kepolisian masih mengumpulkan informasi ditingkat bawah. “Masih pengumpulan informasi, sehingga masih dini jika disebutkan adanya penyimpangan atau tidak. Yang jelas, kita masih dalam pemeriksaan,” imbuhnya.

Salah satu kelurahan yang disebutkan diperiksa adalah kelurahan Singonegaran kecamatan Pesantren Kota Kediri. Lurah  Singonegaran, Moch Nurul Hadi, saat ditemui Tabloid Demonstran di ruang kerjanya, mengaku membenarkan terkait adanya pemeriksaan itu. “Iya benar mas soal pemanggilan itu,” ujarnya.

Masih kata Moch Nurul Hadi, jika pemanggilannya tersebut bersamaan dengan dua lurah lainnya seperti Kelurahan Mrican dan Kelurahan Balowerti. “Kami bertiga datang di Polres Kediri kota sesuai dengan surat pemanggilan. Saat itu kalau tidak salah pada 28 Juni 2019,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Moch Nurul membeberkan jika pemeriksaan oleh pihak kepolisian itu terkait pelaksanaan prodamas tahun anggaran 2015 – 2018. Namun Nurul Hadi, menampik jika pihaknya melakukan penyelewengan anggaran seperti yang dituduhkan di pemberitaan yang sempat viral tersebut.

“Ya, disana (Polres Kediri Kota, Red) hanya dilakukan pertanyaan-pertanyaan formal saja terkait program Prodamas yang telah dilakukan di masing-masing kelurahan. Tentang saya ada masalah mengenai penyelewengan anggaran itu tidak benar. Saya sudah sesuai prosedur kok,” paparnya.

Ditanya kembali soal kapan pemeriksaan itu akan dilakukan lagi, Nurul Hadi mengaku masih belum mengetahuinya. “Belum tahu mas. Sejauh ini belum ada pemanggilan lagi,” ucapnya.

Harapan Masyarakat

Viralnya berita pemeriksaan pelaksanaan prodamas ini ternyata tidak semua masyarakat mengetahuinya. Saat tim Tabloid Demonstran mencoba bertanya soal kasus ini ke beberapa warga sekitar justru mereka belum mendengarnya. “Belum mendengar mas saya malahan,” ujar Ibu Sujito warga setempat.

Ibu Sujito pun mengaku, bila sosok Pak Lurah tersebut dinilainya baik dan dekat dengan warga. “Padahal Pak Lurah baik lo dengan warga. Sering ngajak ngobrol juga jika bertemu dengan beliau,” ujarnya.

Meski demikian Ibu Sujito mengaku, menanggapi kasus tersebut mengembalikan kepada pihak yang berwajib. “Biar polisi saja yang mengusutnya. Kalau salah ya salah, kalau benar ya benar. Semua ada yang menanganinya sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu tanggapan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam menyikapi terhadap kasus ini mengaku sangat mengapresiasi terhadap kinerja polri. Sebab dinilainya, Prodamas menjadi ladang bagi semua golongan untuk melakukan tindak pidana korupsi. Seperti yang diutarakan oleh Tomi Ariwibowo salah satu  LSM dari Ikatan Pemuda Kediri (IPK) mengatakan, sangat mengapresiasi atas kinerja polri. Ia berharap agar proses pemeriksaan itu terus dilanjutkan. Jangan hanya semangat diawal namun di tengah-tengah justru melemah. “Harus usut sampai tuntas. Dan saya rasa Polri dalam penegakan kasus ini jangan sampai tebang pilih. Saya menganalisa, jika pejabat-pejabat teras diatas sana banyak yang bermain. Maka dari itu, saya berpesan dengan kepolisian usut kasus ini hingga kepangkal-pangkalnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Tomi menilai jika Prodamas dianggap program yang tidak jelas. Karena program tersebut tidak dapat dirasakan oleh masyarakat terutama dalam perihal kesejahteraan. “Bagaimana mau sejahtera. Dalam Prodamas isinya hanya bangun gorong-gorong saja, pengadaan tong sampah dan gapura saja. Sedangkan pengembangan ekonomi kemandirian masyarakat tidak tersentuh disini.

“Saya sebagai putra daerah menganggap jika Prodamas ini hanya sia-sia saja,” pungkasnya.

Tanggapan yang sama juga dilontarkan oleh Roy Kurnia Irawan LSM dari lembaga Pembela kesatuan tanah air indonesia bersatu (Pekat IB) Kota Kediri.

Ia mengapresiasi, kinerja atas kinerja kepolisian yang berani dalam mengungkapkan kasus Prodamas. “Saya kira kasus ini memang harus didalami. Saya menilai jika dalam Prodamas ini penuh dengan rekayasa didalamnya termasuk adanya pengadaan barang yang tak sesuai spesifikasi hingga fiktif,” ujarnya.

“Banyak kita temui permasalahan seperti itu dilapangan. Bahkan lucunya lagi. Pembangunan yang seharusnya tidak perlu dilakukan namun justru dipaksakan untuk melegalkan program Prodamas tersebut.

“Saya beri contoh seperti pembangunan irigasi di daerah Mojoroto. Saya menilai, jika bangunan awal irigasi tersebut masih termasuk bangunan layak pakai. Namun pihak setempat entah itu yang terlibat siapa, justru bangunan irigasi tersebut dibongkar dan dibuat irigasi kembali. Ini kan lucu. Menghambur-hamburkan uang negara ia jadinya,” ungkap Roy.

Roy pun sangat setuju jika polisi berani untuk mengungkap itu. “Semangat Pak Polisi. Kami siap mendampingi jika kami dibutuhkan. Saya harap disinipun polisi jangan sampai tebang pilih. Bila ada pejabat teras di tingkat ada yang terindikasi terlibat. Jangan tanggung-tanggung. Selidiki saja. Usut tuntas hingga ke akar-akarnya,” mintanya. (Tim)