berita KRIMINAL

Polisi Sita Arak Jowo Dari Warung Kopi, Pemilik wajib Lapor

Kediri, demonstran.com – Sebanyak sebelas botol minuman keras jenis arak jawa (Arjo) disita dari dua warung kopi oleh anggota Tipiring Satsabhara Polres Kediri Kota Senin (1/7/2019). Dari dua warung kopi tersebut, berada di desa yang berbeda,  di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.
Penyitaan miras ini dilakukan oleh petugas dengan mengumpulkan bukti dan aduan dari masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata benar, di warung milik KR, perempuan 52 tahun asal Desa Bulusari, Tarokan, ditemukan empat botol minuman keras jenis Arjo.
“Keempatnya dari botol air mineral dengan ukuran 600ml,” ujar Kasubbag Humas Polres Kediri Kota, AKP Kamsudi, (2/7)
Saat didatangi petugas, KR sedang berada di warungnya. Saat petugas melakukan penggeledahan dan ditemukan empat botol miras yang masih utuh.
Tidak sampai disitu, petugas juga mendapatkan informasi bahwa di Desa Sumberduren, Kecamatan Tarokan, juga ada penjual minuman keras ilegal. “Petugas langsung mendatangi tempat yang diinformasikan,” imbuh Kamsudi.
Kali ini, petugas menyita tujuh botol minuman keras jenis Arjo dari warung milik MN, lelaki 44 tahun asal Sumberduren, Tarokan, Kabupaten Kediri itu. Tujuh minuman haram itu juga ditempatkan di botol plastik air mineral.
Lalu, kesebelas botol tersebut disita oleh petugas beserta dengan dua pemilik warung untuk didata dan dimintai keterangan. Karena sampai saat ini keduanya terbukti sebagai penjual miras tanpa memiliki izin maka diwajibkan melapor ketika dipanggil oleh pihak kepolisian. “Hingga nanti saat dipersidangkan,” papar Kamsudi.
Keduanya dikenai pasal perda Kabupaten Kediri No 4 Tahun 1962 pasal 2 jo 17 sebagaimana telah diubah dalam perda Kabupaten Kediri no 04 Tahun 1977 dan Perda No.06 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan ketertiban umum.
Karena penyebaran miras dari penyuplai ke warkop yang tidak memiliki izin masih sering dijumpai di daerah hukum Polres Kediri Kota, pihak kepolisian akan terus mengejar penyuplai miras tanpa izin edar agar tidak terus beroperasi secara ilegal. “Untuk menindaklanjuti program dari Polres Kediri Kota tentang Zero Tolerance Miras, akan terus dilakukan penindakan bagi penjual miras di wilayah hukum Polres Kediri Kota,” pungkas Kamsudi.(glh/yy)