berita HEADLINE

Pilkades Serentak Untungkan Petahana

Kediri, Tabloid Demonstran – Pelaksanaan Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tidak lama lagi akan dilaksanakan. Para bakal calon pun sudah mulai mempersiapkan persyaratan untuk mendaftar. Bahkan sudah melakukan pendaftaran. Hal ini juga dilakukan oleh bakal calon kepala desa dari petahana.

Untuk anggaran pelaksanaan Pilkades, setiap desa akan mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten yakni dari APBD serta dana dari PAD Desa sendiri, untuk besaran bantuan APBD  tergantung jumlah pemilih.

“untuk anggaran pelaksanaan pilkades serentak berasal dari APBD serta PAD Desa itu sendiri, untuk besarannya tergantung dari jumlah pemilih, misalkan jumlah pemilihnya 30 ribu maka besarnya bantuan dari APBD 300 juta,” jelas Tomi Kabid Pemdes DPMPD Kabupaten Kediri.

Kepala Inspektorat Kab. Kediri NONO SOEKARDI, SH., MM saat ditemui di Kantornya mengutarakan bahwa, mengenai kecurangan tidak ada. Karena untuk proses Pilkades , dari mulai pencalonan, kampanye, masa tenang sampai pencoblosan itu dilaksanakan oleh panitia yang berwenang. Dalam hal ini BPD. Sedangkan untuk Kades Incumbent tidak terlibat secara langsung. “Kalau untuk kecurangan insyaallah tidak ada, Dia kan harus cuti. Begitu ada penetapan calon Kades,” ungkapnya. Kewenangan penyelenggaraan Pilkades secara penuh ada di BPD. Dan selama cutinya Kades Incumbent, tugas dan tanggung jawab Kades dipegang dan dilaksanakan oleh PLT.

Sampai saat ini tahapan Pemilihan Kepala Desa sudah sampai pada tahap pendaftaran. Mengenai pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Kediri, Kepala Inspektorat Kabupaten Kediri mengatakan bahwa tidak ada pengawasan khusus. “Pengawasan seperti biasa, kalau yang khusus sus sus tidak ada,” ucapnya. Terkait dengan harapannya terhadap pelaksanaan Pilkades serentak Oktober mendatang, Kepala Inspektorat Kabupaten Kediri mengutarakan, pihaknya berharap pelaksanaan Pilkades serentak tahun ini berjalan lancar dan aman.

Kades Kwadungan Abdul Chamid yang merupakan calon pilkades petahana mengatakan bahwa kesiapannya menyalonkan sebagai calon kades sudah siap. “Kesiapan kami sudah kami laksanakan dengan cara mengumpulkan para warga,” ucapnya. Saat ditanya terkait dengan pilkades saat ini menguntungkan incumbent, Abdul Chamid mengatakan bahwa semua punya potensi yang sama, jadi fifty-fifty. “ Kalau dibilang menguntungkan incamben ya ndak lah, kita punya potensi yang sama yakni fifty-fifty, tinggal kesiapan masing-masing calon saja dan strategi calon dalam pemenengan konstestasi Pilkades,” ucapnya.

Menurut Rahmat Mahmudi, Direktur MKLB (Menuju Kediri Lebih Baik) mengatakan bahwa Pilkades yang dilaksanakan saat masa jabatan Kepala Desa belum berakhir, secara psikologis memberikan keuntungan kepada calon petahana. (incumbent). Kultur masyarakat desa yang menempatkan Kepala Desa sebagai tokoh yang dihormati dan dipatuhi, menjadikan calon petahana berpeluang besar untuk lebih dipilih warga ketimbang calon lain. Terkecuali calon petahana memiliki “cacat” selama menjabat, warga akan “sungkan  dan ewuh pakewuh” jika tidak memilih calon petahana.

Perihal kemungkinan terjadinya praktek kecurangan oleh petahana, probabilitasnya memang ada. Hal itu mengingat peraturan yang berlaku tidak mewajibkan calon petahana untuk mundur dari jabatan, melainkan cukup cuti pendek, sehingga calon petahana masih memiliki wewenang pemerintahan yang rawan digunakan untuk mempengaruhi pemilih. “Meski demikian bukan berarti bahwa calon petahana mesti berlaku curang,” ucapnya. Faktor integritas calon dan panitia Pilkades sangat menentukan apakah Pilkades berjalan fair atau sebaliknya.

“Meski demikian, sebagai warga yang peduli terhadap masa depan Kab. Kediri, saya berharap semua pihak berupaya untuk mendorong agar Pilkades serentak bisa berjalan, jujur dan adil,” harapnya. Kepada warga saya berharap untuk bisa memilih calon yang terbaik secara obyektif. Meski kita tahu Pilkades sangat rawan dengan politik uang, namun saya berharap warga tidak memilih calon hanya berdasar besar kecilnya “amplop”.(yy/dr)