berita POLITIK

Pilbup Kediri, Rekom PKB Jatuh Ditangan Mas Dhito-Mbak Dewi

Kediri, demonstran.com – Siapa yang nantinya bakal diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pilkada Kediri 9 Desember 2020 mendatang akhirnya terjawab, Selasa (16/06/2020).

Partai pemilik 9 kursi di parlemen tersebut bakal mengusung nama Hanindhito Himawan Pramana sebagai calon bupati dan wakilnya Dewi Mariya Ulfa.

Bila melihat profil keduanya, Hanindhito Himawan Pramana merupakan putra dari Sekretaris Kabinet RI Pramono Anung,

sedangkan Dewi Maria Ulfa merupakan Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kediri.
Kepastian rekomendasi dari pasangan inipun dibenarkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Kediri Sentot Djamaludin.

Saat dihubungi Demonstran.com melalui telepon, Sentot mengaku jika rekom Partai PKB telah turun bersamaan surat keputusan (SK) yang diterbitkan langsung oleh pusat lengkap dengan pembubuhan tanda tangan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Sentot mengaku, dalam SK tersebut mengesahkan jika Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Mariya Ulfa sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Kediri dalam Pilkada 9 Desember 2020 nanti.

“Rekom PKB sudah turun dan mendukung pasangan calon Mas Dhito dan Mbak Dewi. Sebenarnya rekom inipun sudah keluar kurang lebih satu bulan lalu. Namun karena situasi saat itu tengah dalam masa pandemi corona, rasanya kok kurang etis untuk membahas soal politik. Mungkin saat inilah waktu yang tepat untuk kita sampaikan ke publik mengingat pemerintah juga tengah menggalakkan era baru atau New Normal,” ujarnya.

Masih kata Sentot, dengan keluarnya rekom tersebut pihaknya secara otomatis akan all out untuk mensukseskan pasangan calon Mas Dhito dan Mbak Dewi ini maju dalam kontestasi Pilkada nanti.

“Penguatan internal hingga membentuk jaringan akan kita lakukan untuk dapat meyakinkan masyarakat untuk dapat mendukung Mas Dhito dan Mbak Dewi. Intinya kami akan all out,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sentot menilai, jika  pasangan ini merapakan pasangan yang ideal. 
Ia pun berharap, ditangan mereka Kabupaten Kediri dapat semakin maju terutama di sektor UMKM yang menurutnya masih belum tersentuh dengan baik. Terlebih lagi terhadap kepedulian para guru ngaji.

“Kesejahteraan para guru ngaji saya kira perlu diutamakan. karena sejauh ini saya melihat kesejahteraan mereka terabaikan padahal mereka adalah pendidik. Jadi dengan melihat basic dari Mbak Dewi yang notabene berangkat dari kalangan agama. Diharapkan Mbak Dewi ini paham dengan apa yang sudah saya bicarakan ini,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, jika sempat berhembus kabar jika pasangan calon Hanindhito dan Dewi ini mendapat rekom dari Partai PDI Perjuangan. Meski hitam di atas putih masih belum keluar.

Namun signal kuat menunjukkan jika partai berlogo banteng moncong putih itu akan menjatuhkan pilihannya terhadap pasangan calon Hanindhito dan Dewi.

Perihal inipun nampak jelas saat keduanya (Dhito dan Dewi, red) diundang secara khusus untuk mengikuti rapat koordinasi di Kantor DPP PDI Perjuangan dalam rangka pemantapan konsolidasi internal partai pada Minggu (14/6/2020) kemarin.

Sementara itu, jika memang pasangan Hanindhito dan Dewi bakal diusung oleh PKB dan PDIP. Maka secara persyaratan pencalonan pasangan ini dapat melenggang sebagai kontestan dari Pemilihan Bupati Kediri 2020 nanti. Mengingat jumlah kursi parlemen PKB sebanyak 9 kursi dan PDIP 15 kursi. Sebab syarat dapat mengusung calon adalah pemilik minimal 20 persen jumlah kursi parlemen. Atau bila dihitung adalah partai yang punya 10 kursi di parlemen. (glh)