berita HEADLINE

Persik Kediri Oh Nasibmu Kini

Kediri, demonstran – Persik Kediri menjadi klub yang paling tinggi dalam perolehan sanksi denda selama perhelatan Liga 2 2019. Sampai saat ini tim berjuluk Macan Putih itu sudah kena sanksi denda hingga sebesar Rp 200 juta.

Perinciannya, Panpel Persik Kediri harus membayar denda Rp 75 juta untuk dua pelanggaran saat menjamu Persewar Waropen pada 14 Juli 2019, yakni adanya pelemparan botol minuman ke lapangan yang wajib dibayar Rp 50 juta dan panpel dinilai gagal memberi rasa nyaman dan aman kepada tim tamu yang harus ditebus sebesar Rp 25 juta.

Selanjutnya denda senilai Rp 50 juta kembali dikenakan kepada manajemen Persik Kediri menyusul aksi pemainnya yang terlibat baku hantam dengan pemain Madura FC di Stadion Ahmad Yani Sumenep, 3 Agustus lalu. Ditambah denda Rp 25 juta lantaran 5 pemain Persik Kediri terkena kartu kuning dalam satu pertandingan menghadapi Sulut United pada 8 Agustus 2019. Total Rp 150 juta itu menutup persentase denda Persik Kediri di putaran pertama dalam kompetisi Liga 2 2019.

Sedangkan mengawali laga di putaran dua, Persik Kediri juga masih terkena denda lagi sebesar Rp 50 juta. Denda tersebut dikenakan atas buntut dari kericuhan antar suporter yang mewarnai pertandingan Persik Kediri melawan PSIM Yogyakarta yang di gelar di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Senin (2/9).

Seperti diketahui, dalam kejadian itu terjadi aksi lempar melempar batu di dalam stadion. Kerusuhan kemudian merembet hingga ke luar Stadion. Akibatnya, tercatat sebanyak 231 sepeda motor dan 3 mobil yang terparkir di dekat stadion rusak. Selain itu, sejumlah fasilitas milik Taman Tirtayasa juga rusak dan raib akibat baku hantam antar suporter. Menurut manajemen tempat rekreasi itu, kerugian yang mereka dapatkan sekitar Rp 50 juta.

Persikmania Galang Dana

Sementara itu atas dikenakannya denda yang relatif terbilang besar inipun memicu rasa simpatik oleh ribuan Persikmania julukan suporter Persik Kediri yang memperlihatkan kepeduliannya untuk tim kesayangannya, Persik Kediri. Kelompok suporter Persikmania ini berinisiatif  mengumpulkan uang untuk membantu manajemen membayar denda yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI.

Aksi kepedulian ini dilakukan saat Persik menjamu Persis di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, 6 September lalu. Dari kotak karton yang diedarkan terkumpul Rp 3.140.000 juta.

“Penggalangan dana atau donasi ini sebagai wujud kepedulian kami terhadap tim kebanggaan,” kata Edi Kurniawan salah satu perwakilan dari suporter Persikmania.

Edi mengaku sedih, tim kebanggaannya tersebut sering mendapat denda tak jelas dari PSSI selaku induk maupun penyelenggara kompetisi. “Selain bentuk kepedulian. Sebenarnya dalam momen ini sekaligus sebagai wujud kritikan terhadap PSSI atas sanksi maupun denda yang telah diberikan kepada Persik Kediri yang kami nilai tidak 100 persen benar. Kami berharap, kedepan PSSI jauh lebih jeli lagi dalam memberikan sanksi maupun denda tersebut. Harus dikaji dulu atau kalau perlu video yang dikirim oleh manajemen Persik Kediri bisa dilihat sebagai acuan keputusan,” ungkapnya.

Disinggung soal penggalangan dana ini apakah masih akan terus berlanjut, Edi Kurnia mengaku masih akan berkoordinasi dengan Persikmania lainnya. “Soal itu, kami masih perlu berkoordinasi terlebih dahulu. Sebenarnya kami juga mempunyai pemikiran jika nanti saat Persik Kediri bermain di kandang, donasi tersebut bisa melibatkan seluruh tribun Brawijaya Kota Kediri sebagai bentuk kepedulian dan simpatik kepada tim kebanggaan,” terangnya.

Edi mengaku, dari ratusan denda yang diterima oleh manajemen Persik Kediri menjadikannya pengalaman berharga bagi dirinya bersama Persikmania lainnya terutama sebagai suporter.

“Kita jadikan pengalaman berharga atas sanksi maupun denda yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI.  Kedepan, kita akan  berpikir dua kali atas tindakan maupun perbuatan yang kita lakukan. Terutama tidak terpancing pada suasana yang terjadi di lapangan baik keputusan wasit, maupun terpancing dengan suporter lain,” terangnya.

Tanggapan Manajamen

Sementara itu atas sanksi dan denda yang diterima oleh Persik Kediri. Membuat jajaran manajemen, pelatih beserta pemain lebih intropeksi diri. Seperti diungkapkan oleh manajer Persik Kediri Benny Kurniawan.

Sebagai manajer Persik Kediri ia mengaku menjadikannya sanksi dan denda ini sebagai pengalaman terbaiknya. “Kita buat sebagai intropeksi diri. Bahwa ke depan kita harus lebih baik lagi,” ujarnya.

Polisi Peringatkan Panpel

Paska terjadinya kericuhan antara suporter Persik Kediri dengan PSIM Yogyakarta membuat jajaran kepolisian Polres Kediri Kota menghimbau kepada panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Persik Kediri untuk tidak menghadirkan suporter tim lawan pada saat menjalani laga home.

Aturan serta larangan inipun dibenarkan oleh Widodo selaku Panpel Persik Kediri. Widodo menjelaskan, berdasarkan kejadian ricuh yang terjadi Senin lalu (2/9), Panpel Persik Kediri mendapat surat tembusan dari kepolisian Polres Kediri Kota terkait penyelenggaraan pertandingan sepakbola bagi tim Persik Kediri.

“Intinya Panpel diperbolehkan menggelar laga home. Asal dengan syarat, pihak Panpel tidak boleh menghadirkan suporter tim yang menjadi lawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya Kota Kediri,” kata Widodo kepada Tabloid Demonstran, Rabu (4/9/2019).

Masih kata Widodo, penerapan himbauan dari kepolisian tersebut akan diberlakukan pada saat Persik Kediri menghadapi Persis Solo pada Jumat 6 september 2019 lalu, yang digelar di Stadion Brawijaya.

“Mulai detik ini, di setiap laga Persik Kediri yang dimainkan di home, pihak Panpel tidak akan menghadirkan suporter lawan ke stadion. Namun jika mereka tetap hadir, kita akan memulangkan mereka dengan bantuan keamanan,” beber Widodo. (tim(