berita DAERAH

Perjuangan Siti Rohanah, Lansia Pemecah Batu Koral

Kediri, demonstran.com – Siti Rohanah, 50 tahun, duduk bersimpuh diantara bongkahan batu kali. Tak lama kemudian, tangan kirinya memungut batu seukuran kepalan tangannya. Batu itu lalu diletakkan di atas lempengan besi yang agak tebal. Tangan kanannya memegang martil lalu dihantamkan pada bongkahan batu itu. Prakkk… Seketika terdengar suara benturan keras lalu batu itu terlihat remuk menjadi pecahan kecil-kecil.
Tangan Siti yang tak lagi muda itu masih begitu tangkas untuk melakukan pekerjaan yang tergolong berat tersebut. Memecah batu kali untuk dijadikannya koral. Sedangkan koral-koral tersebut nantinya bakal ia jual untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Biasanya, batu koral tersebut dipergunakan sebagai pondasi bangunan rumah.
Siti telah lama menggeluti pekerjaan ini semenjak tahun 2008 silam. Ia terpaksa harus bekerja semenjak suaminya meninggal dunia dan ia pun sebagai wanita single parent mempunyai kewajiban untuk menyekolahkan tiga orang anaknya.
“Saya mempunyai lima anak. Dua sudah menikah dan tiga lagi masih sekolah. Terkecil masih duduk di kelas 4 SD, dua lainnya SMP dan SMA,” katanya saat ditemui Demonstran.com, di lokasi pekerjaannya yang berada di Desa Titik, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.
Tak jarang, jari jemari Siti sering terkena martil lantaran kurang tepat dalam membidik sasaran terhadap batu yang akan di pecahkannya itu. Bahkan akibat terkena martil tersebut menyebakan kuku jari jemari Siti copot.
“Terkena martil sudah biasa. Ini bagian dari resiko dari pekerjaan,” ujarnya dengan nada santai. Siti mengutarakan, batu-batu kali itu ia dapatkan dengan membeli dari orang yang sudah menjadi langganan. Satu truk, ia beli seharga Rp 160.000.
“Batu-batu ini beli, lalu saya pecahin untuk jadi koral lalu saya jual,” ungkapnya.
Meski menjadi tulang punggung. Siti tak pernah mengeluh dalam menjalankan roda kehidupan. Senyum anaknya dan juga kesuksesan anaknya menjadi motivasi baginya untuk terus bekerja.
“Semua untuk anak. Jadi pekerjaan yang terlihat berat jadi tidak terasa berat. Karena saya ingin, melihat anak-anak saya sukses nanti,” terangnya.
Diketahui, di Desa Titik, Siti tidak bekerja seorang diri. Terhitung kurang lebih ada 6 yang memiliki pekerjaan sama sebagai penjual batu koral. Memang di daerah tersebut bisa dikatakan sebagai sentra penjualan batu koral.(glh)