berita DAERAH

Penyebaran Covid-19 di Kediri Masih Belum Reda

Kediri, demonstran.com – Keberadaan virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Kediri Jawa Timur masih belum bisa dikatakan reda. Melainkan sebaliknya, beberapa klaster baru muncul menjadi penyumbang angka terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah tersebut.

Seperti saat ini, GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri terus melakukan pelacakan pada mereka yang tertular corona. Terbaru, GTPP melakukan tracing pada salah satu warga Desa Doko Kecamatan Ngasem yang positif. Hasilnya ada 30 orang reaktif dan saat ini diisolasi di Wisma Atlet Pare.

Puluhan orang itu diisolasi setelah dinyatakan reaktif ketika rapid tes beberapa waktu lalu dilakukan. Kemudian mereka dijemput dan diantar ke Wisma Atlet Pare pada 19 September kemarin.

Sementara itu, Jubir GTPP dr Ahmad Chotib mengungkapkan, rapid tes yang dilaksanakan di Puskesmas Ngasem tersebut merupakan tracing kepada kontak erat pasien meninggal dunia asal Desa Doko, Kecamatan Ngasem.

“Ada riwayat sekeluarga melakukan perjalanan ke Lamongan. Setelah diketahui positif covid-19 dan meninggal, suami di swab, hasilnya positif,” ujar dr Chotib.

Karena positif, kemudian GTPP melakukan tracing pada kontak erat. Termasuk pada teman yang bersangkutan ketika nongkrong di salah satu warung kopi. Kata Chotib, total ada 68 orang yang menjalani rapid tes antigen.
“Hasilnya didapatkan 30 orang yang reaktif, selanjutnya diisolasi di Wisma Atlet Pare,” jelasnya.

Kemarin, GTPP juga telah melakukan edukasi dan pendampingan pada mereka yang reaktif. Sebelum dilakukan pemeriksaan swab. Mereka menjalani beberapa aktivitas seperti senam bersama. Bahkan untuk menambah daya tampung tempat isolasi, GTPP juga berencana menggunakan lokasi lain di Pare untuk tempat karantina tersebut.

“Kami sudah melakukan pengecekan rencana tempat isolasi di SDN Pelem II Kecamatan Pare,” ujar Sekretaris GTPP Slamet Turmudi.

Untuk diketahui, sejauh ini Kabupaten Kediri belum dinyatakan aman dari corona. Apalagi setiap hari masih ada penambahan, daerah ini pun juga tetap pada zona oranye. Terbaru ada satu tambahan kasus, membuat total kasus di Kabupaten Kediri menjadi 663 orang terkonfirmasi.(glh)