berita KRIMINAL

Penambang Pasir Ilegal Berperahu Ditindak Satpol PP

Kediri, demonstran.com – Sebanyak sembilan perahu penambang pasir ilegal kemarin ditindak oleh petugas Satpol PP Kota Kediri, Rabu (8/1).
Dari kesembilannya, tidak memiliki izin menambang. Petugas Satpol PP Kota Kediri yang mendatangi lokasi pun menanyakan ke setiap penambang ketika diminta untuk menepikan kapal mereka.
“Selama ini penambang pasir tidak ada izin, kalau tidak ada izin berarti aktivitas yang dilakukan ilegal,” terang Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri Agus Dwi Ratmoko.
Dari laporan, para penambang tersebut sudah diketahui berada di sisi utara jembatan selama satu minggu terakhir. Para penambang ini dirasa tidak mengetahui, atau memang sengaja melakukan penambangan di sekitar lokasi. Agus menjelaskan bahwa di sekitar lokasi penambangan pun ada papan larangan. Papan yang berada di bantaran sungai tersebut padahal sudah bertuliskan “Tanah Negara. Dilarang Masuk atau Memanfaatkan”. Di papan juga tertulis jelas ancaman pidana yaitu Pasal 167 dengan ancaman hukuman sembilan bulan pidana penjara bila melanggar.
Agus menjelaskan bahwa para penambang ini beralasan bahwa di utara lokasi pengambilan pasir, sudah cukup dalam sungainya. Kualitas pasir juga dinilai kurang baik untuk para penambang. Makanya, para penambang ini datang ke sekitar Jembatan Semampir.
“Berdasarkan Perda No. 1 tahun 2016
Tentang Penyelenggaraan ketertiban umum dan KETENTRAMAN Masyarakat beserta pasal 167 ayat 1 KUHP, pasal 389 KUHP dan pasal 551 KUHP, disitu dijelaskan jika obyek tersebut adalah milik negara dan dilarang masuk ataupun memanfaatkannya. Dan mereka telah melanggarnya, jadi kita wajib tindak lanjuti mereka,” paparnya.
“Apalagi di dekat mereka melakukan penggalian pasir tersebut lokasinya juga berdekatan dengan jembatan. Jadi sangat fatal jika pasir di sekitar area tersebut terus diambil. Bagaimana itu nanti dengan pondasi jembatan jika di bawahnya terus terkikis. Maka akan menimbulkan dampak kedepannya juga,” imbuhnya.(glh)