berita Pemerintahan

Pemkab Kediri Berikan Penghargaan Peraih NUN Tertinggi

Kediri, demonstran.com – Pemberian apresiasi terhadap siswa siswi berprestasi yang ada di wilayah Kabupaten Kediri dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kediri Jawa Timur, diserahkan di Gedung Bagawanta Bahari Jalan Pamenang Ngasem Kediri, Rabu (26/6/2019).
Pemberian apresiasi penghargaan berupa uang tunai dengan nominal yang berbeda diberikan kepada 10 siswa siswi yang meraih NUN tertinggi tingkat kecamatan serta 10 besar nilai NUN tertinggi tingkat kabupaten. Pembagian mulai dari tingkat SD, SMP,  serta untuk siswa yang bersekolah ditingkat SLB diberi bantuan berupa kursi roda serta buku bacaan untuk masyarakat.
Adapun untuk nominal penghargaan yang diberikan pemerintah Kabupaten Kediri sebesar Rp. 1.000.000,- untuk tingkat SD, 10 besar se Kecamatan, sedangkan untuk SD, 10 besar tingkat Kabupaten dengan nominal sebesar Rp. 1.200.000,- s/d Rp. 1.500.000,-
Lain halnya dengan  tingkat SMP sebesar Rp 1.500.000,- s/d Rp 4.000.000,-
Seluruh bantuan yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Kediri kepada para siswa siswi akan dipotong pajak, hal ini dimaksudkan untuk melatih para siswa agar taat membayar pajak.
 “Bantuan tunai tersebut diberikan kepada siswa atau wali siswa, penghargaan tersebut diberikan untuk satu  mendukung agar siswa siswi lebih giat belajar, serta membantu meringankan beban wali siswa dalam pembiayaan sekolah. Diharapkan dengan adanya bantuan ini dapat menekan angka drop out sekolah. Karena jangan sampai anak-anak usia sekolah di Kabupaten Kediri itu putus sekolah dalam jenjang yang belum selesai”, ujar Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Sujud Winarko.
Bupati Kediri Haryanti Sutrisno dalam sambutannya mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Kediri juga akan memberikan bantuan kepada siswa yang tidak mampu. Hal ini bertujuan untuk meratakan pendidikan di kabupaten Kediri.
“Pemerintah Kabupaten Kediri juga akan memberikan bantuan kepada siswa yang tidak mampu untuk biaya sekolah, kita tidak pandang bulu apakah ini negeri atau pun swasta yang penting adalah tidak mampu. Karena masih banyak anak-anak yang tidak mampu seperti halnya tidak bisa membeli seragam, membeli buku, dan lain sebagainya. Oleh karena itu dari GNOTA ada persyaratan lain yaitu rekening listrik”, ujar Bupati Kediri.
Bupati Kediri juga menghimbau kepada kepala sekolah untuk memberikan ekstrakurikuler kepada siswa nya sehingga dapat menghasilkan uang. Hal ini bertujuan agar tidak ada siswa putus sekolah karena harus bekerja dan melatih jiwa wirausaha sejak dini. (yy/glh)