berita DAERAH

Pedagang Keluhkan Sepi Pembeli dan Persoalan Limbah

Kediri, demonstran, – Setahun pasar Setono Betek dibangun oleh pemerintah kota Kediri. Tetapi ternyata pasca pembangunan banyak masalah yang timbul. Tidak hanya soal sepinya penjualan. Pedagang yang berada di Pasar Setono Betek tersebut juga didera dengan persoalan pengelolaan limbah.
Seperti yang dikatakan Purnomo, salah satu pemilik los warung yang ada di lantai dua. Ia menyayangkan dengan pembangunan pasar semegah itu tidak ada pengelolaan limbahnya.
“Diatas tidak ada tempat pembuangan limbah mas. Adanya di bawah.  Kami pada akhirnya harus naik turun tangga untuk membuang limbah sisa makanan maupun minuman,” ujarnya.
Purnomo, mengatakan, jika seharusnya untuk penempatan warung seperti miliknya seharusnya diletakkan di los lantai bawah. Selain masalah tidak adanya pengelolaan limbah. Kondisi di atas juga sepi.
Ia mengaku dalam sehari omzet yang didapatkan di lapak barunya, sangat tidak menentu. Bahkan, kerapkali dagangannya tidak laku.
“Sepi sekali. Dulu sehari saat berada di penampungan pedagang, bisa mendapatkan laba bersih Rp 80 ribu. Disini, dapat Rp 20 ribu saja sudah bersyukur,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pria 52 tahun itu berharap segera ada kebijakan dari pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahannya.
“Selain menertibkan pedagang yang sudah tidak mau berdagang di bangunan pasar baru ini.  Kalau bisa pedagang warung seperti saya ini diletakkan di bawah saja. Karena tidak ada tempat untuk pembuangan limbah tadi. Terus terang, kalau naik turun tangga saya juga lelah,” terangnya.(glh)