berita DAERAH

Pasca Penggerebekan, Kantor Qnet Sepi Tanpa Aktivitas

Kediri, demonstran.com – Sejak satu minggu pasca penggerebekan rumah gedongan petinggi Qnet masih tidak ada kegiatan yang terlihat dari luar rumah.
Aktivitas-aktivitas yang sering dilakukan pada hari Rabu, dan Minggu, tidak terlihat lagi. Belasan kendaraan yang terparkir juga tidak terlihat dari luar halaman rumah gedongan itu.
Kabar terakhir, pada Selasa (8/10) rumah gedongan tersebut kembali didatangi tim Cobra Polres Lumajang, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Perihal penyelidikan kembali ini diungkapkan oleh pihak RT setempat.
Usut punya usut, kepolisian pada saat itu melakukan penyelidikan ulang bersama pihak RT setempat.
“Nihil, Mas, nggak pernah ada lagi semenjak digerebek,” ujar Ketua RT 02/03 Agus Santoso, kepada Demonstran.com, Kamis (10/10).
Agus menjelaskan, saat itu pihaknya didatangi lagi oleh anggota dari Polres Lumajang. Kali ini, petugas Polres Lumajang mengajak Agus untuk bersama-sama mendatangi rumah gedongan itu untuk kegiatan penyelidikan lebih lanjut.
Agus pun mengikuti arahan dari Polres Lumajang. Namun, setelah didatangi oleh petugas Polres Lumajang dengan Babhinkamtibmas Polsek Semen, namun pintu rumah yang diketahui dimiliki oleh pria bernama Tobing itu tidak kunjung dibukakan. “Ada kali, Mas¸saya dan polisi nunggu di depan pintu sepuluh menit lebih, saya tidak tahu tapi ada penyelidikan apa lagi,” terang pria 49 tahun itu.
Setelah itu, Agus dimintai tolong untuk memberikan surat pemanggilan terhadap beberapa nama yang ditunjuk oleh Polres Lumajang.
Sembari mengingat-ingat, Agus menjelaskan bahwa sebelum ada peristiwa penggerebekan seperti ini, Agus hampir tidak pernah berhubungan langsung dengan Tobing, maupun terhadap para pekerjanya.
“Saya hampir tidak pernah ada kontak dengan mereka, Mas, mereka juga hampir tidak pernah mencari saya,  setelah ada peristiwa penggerebekan, saya jadi berhubungan dengan mereka. Lha saya saja tidak tahu siapa saja yang ikut,” ujarnya sembari tertawa kecil.
Ia sendiri menjelaskan bahwa melihat ada seorang warga desa lain di Kecamatan Semen, yang bekerja sebagai pengurus kebun saat penggerebekan pada Kamis (3/10) sore. Sedangkan para pekerja lain, ia tidak mengerti dari mana saja asalnya. Agus memang dimintai tolong untuk memberikan surat pemanggilan terhadap beberapa nama, namun, ia tidak ingat ada nama warga desa lain yang ia ceritakan tadi.
Agus berharap jika memang tidak merasa salah, seharusnya tidak perlu menutup akses jika ada petugas yang datang dan memintai keterangan saja.
“Lha saya, tidak merasa bersalah, dimintai tolong untuk ikut sebagai saksi saat penggeledahan, hingga sampai malam hari, dimintai keterangan di kepolisian juga saya lakukan, lha wong memang saya tidak merasa salah. Saya hanya menjelaskan apa yang saya tahu, dan tidak akan bicara apa apa tentang apa yang tidak saya ketahui,” pungkasnya.
Sembari berjalan kembali ke arah Kota Kediri, bangunan rumah yang terletak di selatan Jalan Argowilis, Semen itu masih tertutup rapat. Keberadaan pemilik rumah, yang sedang dicari oleh Tim Cobra Polres Lumajang juga tidak kunjung memenuhi panggilan pemeriksaan.
Matahari hampir terbenam, jalanan semakin ramai dilewati oleh kendaraan-kendaraan menuju ke arah barat. Namun tidak satupun terlihat kendaraan mewah yang biasa berhenti dan terparkir di halaman rumah itu.
Untuk diketahui, Tim Cobra Polres Lumajang melakukan penggerebekan terhadap rumah gedongan itu pada Kamis (3/10) sore. Penggerebekan tersebut dilakukan oleh petugas untuk melakukan pendalaman kasus tentang penipuan money games dengan skema piramida yang dilaporkan di daerah Lumajang.
Setelah menelusuri hasil permainan uang dengan skema piramida yang dilakukan oleh PT Amoeba International, Tim Cobra pun mendapatkan bukti kuat bahwa PT Amoeba berafiliasi dengan PT Qnet yang memiliki Kantor di daerah Kediri.
Dari penggerebekan yang dilakukan, petugas berhasil mengamankan sejumlah laptop, tas, data dan dokumen tentang PT Amoeba dari rumah gedongan tersebut. Bahkan, sebelum diamankan, barang bukti tersebut telah dibuang oleh para pekerja yang berada di dalam rumah tersebut.
Setelah ditemukan dan dimintai keterangan, Tim Cobra Polres Lumajang pun melakukan penyegelan terhadap kantor yang berada di dalam rumah gedongan tersebut karena ditemukan sejumlah bukti yang diduga digunakan dalam bisnis skema piramida ini.(glh)