berita KRIMINAL

Pasca Penggerebekan Kantor Q net Belum ada Tersangka, Warga Kediri Tidak Ada Yang Melapor Jadi Korban

Kediri, demonstran.com – Soal penggerebekan rumah yang diduga kuat milik petinggi Q Net di Kediri masih dilakukan proses penyelidikan lebih mendalam oleh Tim Cobra Polres Lumajang.

Meski begitu, Tim Cobra tidak membawa para pekerja yang diperiksa di rumah yang berada di selatan Jalan Argowilis, Desa/Kecamatan Semen.

Hingga hari Sabtu (5/10), Tim Cobra Polres Lumajang masih mendalami kasus yang dilaporkan di wilayahnya pada beberapa bulan yang lalu. Namun, meski kasus yang terjadi di Lumajang, Tim Cobra menelisik dan mencari barang bukti atas kasus money games dengan skema piramid yang dijalankan oleh PT Amoeba International. “Masih terus kami lakukan perkembangan kasus,” terang Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Hasran.

Ia menjelaskan bahwa pada Kamis (3/10) lalu, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sepuluh penjaga rumah dalam obyek sasaran operasi tersebut untuk pendalaman kasus money games yang dilakukan PT Amoeba International. Namun, untuk pemeriksaan, Tim Cobra Polres Lumajang hanya melakukan pemeriksaan di lokasi, dan juga di Polsek Semen, Polres Kediri Kota saja. “Tidak ada yang dibawa ke Lumajang, dimintai keterangan di Semen, Kediri saja,” imbuh Hasran.

Setelah dimintai keterangan pun, Tim Cobra Polres Lumajang juga melakukan penyegelan di kantor yang berada di dalam rumah tersebut pada malam hari, setelah melakukan pemeriksaan terhadap para penjaga rumah.

Hingga kemarin, Tim Cobra Polres Lumajang juga masih menunggu tiga nama yang diduga sebagai dewan direksi PT Amoeba untuk dimintai keterangan. Ketiganya masih mangkir dari panggilan petugas karena masih menjalani perawatan di Rumah Sakit di Malaysia. Karena ketiganya mengaku kepada petugas kepolisian sedang sakit.

Sementara itu, Kapolsek Semen AKP Karyoko menjelaskan bahwa selama ini, dari warga di Kecamatan Semen belum ada yang melaporkan dengan kasus money games yang sama seperti diperiksa oleh Tim Cobra Polres Lumajang. “Belum ada,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon.

Meski dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan di wilayah hukum Polsek Semen, Polres Kediri Kota, namun kasus ditangani langsung oleh Polres Lumajang. Karena memang penggeledahan tersebut atas kasus yang dilakukan penyidikan oleh Polres Lumajang.

Untuk diketahui, pada Kamis (3/10) sore, Tim Cobra Polres Lumajang melakukan pemeriksaan dan penggeledahan debuah rumah yang terletak di Jalan Argowilis, Desa/Kecamatan Semen.

Penggeledahan itu dilakukan atas penyidikan kasus money games yang dilaporkan oleh sejumlah warga di Lumajang karena merasa ditipu oleh perusahaan yang bernama PT Amoeba International, yang juga berafiliasi dengan PT Q-Net. Setelah dilakukan penyelidikan, dan dilakukan penangkapan terhadap salah satu dewan direksi PT Amoeba International yang berada di Madiun, Jawa Timur, September lalu.

Di Rumah tersebut petugas mengamankan sejumlah laptop yang digunakan untuk menyimpan data, dan alat komunikasi dengan agen, atau rekrutmen dari PT Amoeba International.

Sebelumnya, petugas menemukan laptop tersebut dari tumpukan bekas pembakaran yang terletak di sebelah belakang timur rumah. Bahkan, barang-barang tersebut sebelumnya dibuang oleh para pekerja dibelakang rumah. Salah satu dari mereka mengaku panik, karena ada petugas kepolisian yang datang ke rumah tersebut.

Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah alat seperti senter, dan juga kaca plastik, serta dokumen dan formulir. Ada yang dalam bentuk masih baru, ada juga sebagian yang terbakar.(glh)