berita DAERAH

Pasca Digrebek Polisi, Rumah Petinggi Q-Net Kediri Sepi

Kediri, demonstran.com – Lima hari pasca dilakukannya penggerebekan di rumah diduga milik petinggi Q-Net, kini rumah gedongan tersebut terlihat sepi.
Pintu hitam dengan tinggi mencapai tiga meter itu tertutup rapat selama beberapa hari terakhir.
Terlebih kendaraan roda empat atau mobil yang biasanya terparkir di depan rumah gedongan tersebut, kini berdasarkan pantauan Demonstran.com, selama dua hari terakhir ini, Senin 7 Oktober 2019 juga terlihat tidak ada sama sekali alias sepi.
Memang, dari informasi yang dihimpun oleh Demonstran.com, di rumah gedongan tersebut pada hari tertentu ramai dikunjungi oleh orang-orang.
“Pas hari Minggu lokasi rumah tersebut pasti ramai,” ujar Yoyok salah satu warga yang tak jauh tinggal dilokasi rumah menjadi objek sasaran penggrebekan oleh tim Cobra Polres Lumajang pada Kamis 3 Oktober 2019 kemarin.
Itupun-masih lanjut Yoyok ia ketahui saat ia pulang-pergi bekerja dari rumahnya ke tempat kerjanya. Namun, untuk kegiatan yang dilakukan di dalam rumah tersebut, ia tidak mengetahui ada apa di dalamnya. Hanya saja, pada siang hari, berbondong-bondong orang keluar dari rumah, dan bersantai di warung sekitar, entah untuk makan siang, atau minum.
Bahkan, menurutnya pada hari Minggu lalu (29/9) di halaman depan rumah gedongan itu di Jalan Argowilis, Desa/Kecamatan Semen itu, masih banyak mobil yang terparkir, dengan pintu menuju halaman yang terbuka. “Mulai adanya penggerebekan kemarin lho, Mas, sepi terus sampai sekarang,” imbuhnya.
Memang benar, dari pagi, hingga siang sekitar pukul 14.00 WIB, halaman rumah yang biasanya ramai dengan kendaraan yang terparkir di depannya, kemarin Minggu dan hari ini nampak sepi, dan tidak ada kendaraan satupun yang terparkir. Begitupun pintu utama rumah gedongan itu juga selalu tertutup rapat.
Hal senada juga diungkapkan oleh Tri Iin selaku warga setempat. Jika pasca kejadian penggerebekan itu rumah milik saudara Tobing tersebut sepi dan tertutup. “Ia, gak tau kok jadi sepi,” ujarnya.
Tri Iin, saat ditanya soal aktivitas yang dilakukan di dalam rumah tersebut pihaknya juga tidak tahu menahu.
“Orangnya sih tertutup. Beliau juga hampir tidak pernah keluar atau berbaur dengan warga. Maklum orang kaya mungkin jadi sibuk,” ucapnya.
“Saya juga tidak tahu mengapa pada hari Minggu kok selalu ramai. Dengar-dengar katanya ada rapat. Tapi rapat apa juga tidak tahu,” imbuhnya.
Hingga kemarin, petugas yang menangani kasus money games dengan skema piramida itu masih terus melakukan perkembangan atas kasus ini. “Masih terus kami lakukan pendalaman,” terang Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Hasran.
Untuk diketahui, Tim Cobra Polres Lumajang melakukan penggerebekan terhadap rumah gedongan itu pada Kamis (3/10) sore. Penggerebekan tersebut dilakukan oleh petugas untuk melakukan pendalaman kasus tentang penipuan money games dengan skema piramida yang dilaporkan di daerah Lumajang.
Setelah menelusuri hasil permainan uang dengan skema piramida yang dilakukan oleh PT Amoeba International, Tim Cobra pun mendapatkan bukti kuat bahwa PT Amoeba berafiliasi dengan PT Q Net yang memiliki Kantor di daerah Kediri.
Dari penggerebekan yang dilakukan, petugas berhasil mengamankan sejumlah laptop, tas, data dan dokumen tentang PT Amoeba dari rumah gedongan. Bahkan, sebelum diamankan, barang bukti tersebut telah dibuang oleh para pekerja yang berada di dalam rumah tersebut.
Setelah ditemukan dan dimintai keterangan, Tim Cobra Polres Lumajang pun melakukan penyegelan terhadap kantor yang berada di dalam rumah gedongan, karena ditemukan sejumlah bukti yang diduga digunakan dalam bisnis skema piramida ini.(glh)