berita DAERAH

Pasar Setono Betek, Pasca Dibangun, Sepi Pembeli

Kediri, demonstran.com – Genap satu tahun ini, bangunan baru Blok A Pasar Setono Betek Kota Kediri diresmikan tepatnya pada 18 Oktober 2018 silam. Sebelumnya pasar yang terletak di Jalan Pattimura ini dilakukan revitalisasi dengan menggunakan anggaran APBD senilai Rp 45 miliar

Ekspektasi besar oleh jajaran Pemerintah Kota Kediri terhadap revitalisasi pasar saat itu cukup besar.

Revitalisasi yang diharapkan mampu mendongkrak perputaran uang di lokasi pasar serta mendorong peningkatan retribusi pajak dan penerimaan daerah, namun kini justru berbanding terbalik.

Berdasarkan pengamatan Demonstran.com, kemarin, Kamis (10/10), bangunan pasar berlantai dua itu justru nampak sepi. Terlihat banyak kios-kios dan los yang ada disana tidak ditempati oleh pedagang untuk berjualan. Bahkan ada salah satu pedagang yang masih tetap bertahan disana mengaku jualan di bangunan baru sering tidak mendapatkan pembeli sama sekali.

Agus Wantomi, salah satu pedagang konveksi yang berada di lantai satu mengatakan dalam sehari, ia hanya mampu menjual satu pakaian saja. Terkadang ia juga pernah tak laku sama sekali dalam sehari. Padahal di lokasi lama, menurutnya rata-rata per hari ia bisa menjual 5 – 10 potong.

“Kalau pas sepi justru tak dapat apa-apa,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang konveksi lainnya, Suketi. Ia mengalami penurunan penjualan.

“Sepi mas. Sehari ini saja baru laku 2 potong saja, sedangkan kemarin justru tidak sama sekali,” ungkapnya.

Suketi menerangkan, beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan penjualan. Selain memang sepi pembeli, juga diperparah dengan para pedagang pasar yang enggan berjualan lagi.

“Ya karena sepi tadi, mereka jadi berjualan diluar. Mereka juga punya kios di Pasar Pahing Kediri, jadi mereka saat ini berjualan disana karena ramai,” terang wanita asal Setono Pande Kota Kediri ini.

Lebih lanjut, Suketi berharap, ada langkah konkret dari Dinas setempat untuk menjadikan Pasar Setono Betek kembali ramai seperti apa yang telah dijanjikan sebelum dilakukannya revitalisasi.

“Pihak pemerintah atau dinas terkait harus bertindak tegas terhadap para pedagang yang tak mau berdagang disini. Kalau pedagang lantai satu dan dua full, setidaknya banyak pengunjung bakal kesini. Termasuk cara-cara lain muncul dari ide dinas terkait untuk membuat pasar ini menjadi ramai. Kami tunggu langkah itu,” terangnya.

Untuk diketahui, ada sebanyak 424 pedagang yang ada di bangunan baru Blok A Pasar Setono Betek. Dengan masing-masing rinciannya, lantai satu terdapat 58 kios dan 140 pedagang los, dengan peruntukan pedagang seperti konveksi, pracangan, buah, sayuran dan obat. Sedangkan di lantai dua terdapat 70 kios dan 124 pedagang los, dengan peruntukan pedagang seperti, gerabah, abrakan, rombeng, dan warung makanan. (Glh)