berita DAERAH

ODR ODP PDP meningkat, Kadinkes minta masyarakat untuk Social Distancing

Kediri, demonstran.com – Pihak Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) terus memantau grafik perkembangan masyarakat Kabupaten Kediri terkait ancaman virus Covid-19 yang saat ini menjadi masalah genting hampir diseluruh penjuru dunia.

Dari hasil pantauan tersebut menggambarkan angka Orang Dalam Resiko (ODR), Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Kediri terus alami kenaikan.

Berdasarkan rekapan data per tanggal 25 Maret 2020 ini angka ODR telah menembus di angka1068 orang. Dari jumlah tersebut 870 orang dalam proses pemantauan dan sisanya 198 orang telah selesai dilakukan pemantauan.

Sedangkan untuk ODP terdapat 36 orang. Dari jumlah tersebut 33 orang masih dalam pemantauan dan 3 diantaranya telah dinyatakan sehat. Lalu data PDP hingga detik ini terdapat 4 orang. Dari jumlah tersebut 2 orang masih dalam perawatan dan 2 lainnya telah dipulangkan dan dinyatakan sehat.

Meski demikian sejumlah masyarakat Kabupaten Kediri yang masuk ke dalam klasifikasi ODR, ODP maupun PDP semuanya dinyatakan dalam kondisi membaik. Perihal inipun diungkapkan oleh dr Bambang Triyono Putro selaku plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.

“Semua dalam kondisi membaik. Namun kita tetap akan melakukan pemantauan selama 14 hari,” ujarnya saat dikonfirmasi Demonstran.com melalui telepon, Kamis (26/3).

dr Bambang memang tak menampik, jika angka ODR di Kabupaten Kediri cukup banyak. Pasalnya, Pemkab bekerja sama dengan camat dan puskesmas untuk melakukan pendeteksian. “Kita ketahui warga Kediri banyak yang ke luar negeri, ke luar daerah, dan kita anggap itu ODR. (Fungsinya) bagus untuk tracing,” imbuhnya.

Notifikasi yang didapatkan Pemkab Kediri dari provinsi, langsung ditindaklanjuti oleh petugas puskesmas. Jika tidak ada keluhan, akan masuk kriteria ODR. Saat ini, di Kabupaten Kediri tercatat ada 36 orang dalam pantauan (ODP), yakni ODR dengan keluhan, 4 orang Pasien dalam Pengawasan (PDP) dan 2 diantaranya telah dinyatakan sembuh.

dr Bambang mengaku, mobilitas masyarakat Kabupaten Kediri memang tinggi yang beresiko terjadinya penyebaran. Bersamaan dengan itu pihaknya pun menghimbau kepada masyarat agar untuk sementara waktu ini untuk kegiatan keluar rumah bisa dipending terlebih dahulu. Hal itu semata-mata dilakukan untuk menghindari penyebaran terhadap virus corona.

“Adanya mobilitas warga dari daerah terjangkit dan social distancing dan PHBS yang belum sepenuhnya berjalan tentunya akan beresiko peningkatan jumlah ODR ODP maupun PDP. Maka dari itu, butuh komitmen bersama dari seluruh lapisan masyarakat agar kediri tetap menahan diri terlebih dahulu untuk berpergian dan tetap jaga kesehatan tubuh masing-masing,” terangnya.

 

Diketahui, ODR (Orang Dalam Risiko)
ODR adalah orang tanpa gejala seperti demam, batuk, pilek, namun memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19.

ODP (Orang Dalam Pemantauan)
ODP adalah orang yang mengalami demam (≥38c) atau riwayat demam; atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria berikut:
a. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan transmisi lokal
b. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia

PDP (Pasien Dalam Pengawasan)
PDP adalah orang telah mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yaitu demam (≥38c) atau riwayat demam; disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/sesak nafas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria berikut:
a. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan transmisi lokal
b. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia.(glh)