berita KULINER

Musim Hujan, Peminat Jagung Rebus Meningkat 

Kediri, demonstran.com – Musim hujan kali ini menjadi berkah tersendiri bagi Rini (55) penjual jagung rebus di Jalan Kapten Tendean tepatnya di depan RSUD Gambiran II Kota Kediri. Dalam sehari Rini bisa menjual 200 – 250 buah jagung manis atau meningkat cukup signifikan dibanding hari-hari biasanya. Rini mengaku, suhu yang dingin menarik minat masyarakat untuk membeli jagung rebus hangat.

“Saat musim kemarau saya hanya mampu menjual 100 jagung saja dan terkadang juga masih sisa. Namun memasuki musim hujan ini penjualan mengalami peningkatan,” ungkapnya kepada Demonstran.com, Minggu (12/1).

Ketika musim hujan seperti sekarang, menurut Rini, cuaca dingin yang kerap menyelimuti Kota Kediri, sangat cocok untuk menyantap jagung rebus hangat. Tak heran, jagung manis rebus jualannya selalu habis diserbu pembeli sampai-sampai dia harus menambah produksinya.

Dijelaskan oleh Rini, jika ia membeli jagung-jagung tersebut (tengkulak) di sebuah Pasar Grosir yang terletak di Kelurahan Ngronggo Kota Kediri. Sedangkan untuk menjaga kualitas penjualannya. Rini membeli jagung-jagung yang masih dalam keadaan mentah tersebut secara bijian bukan borongan.

“Tengkulaknya bijian mas. Meski sedikit lebih mahal tapi kualitas jagungnya bagus-bagus. Beda jika kita membeli borongan per sak besar itu. Meski lebih miring, namun untuk kualitas jagung rendah. Terkadang isinya bolong-bolong gitu tidak utuh dan saya tidak mau seperti itu,” bebernya.

Menurut Rini, ia lebih menjaga kualitas dari pada mendapat untung banyak namun sesaat.

“Sayakan sudah hampir 10 tahun berjualan jagung. Saya rasa jika saya sendiri menjual jagung rebus dengan kualitas rendah pasti pembeli merasa kapok dan tidak mau datang kembali,” imbuhnya.

Sementara itu untuk per 1 jagungnya, Rini menjualnya seharga Rp 2.500.(glh)