berita PENDIDIKAN

Masa Pandemi Corona, Sistem PPDB 2020 Disosialisasikan

Kediri, demonstran.com – Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Kediri pekan ini fokus untuk melaksanakan sosialisasi perihal Penerimaan Peserta Didik Baru tahun ajaran 2020.
Sosialisasi tersebut dilaksanakan di SMK Negeri 2 Kediri yang dihadiri Kepala Sekolah SMP Negeri se-Kota Kediri.
Sidik Purnomo, Kasi SMK Cabdispendik Cabang Kediri menjelaskan bahwa setelah dilakukan sosialisasi, diharapkan Kepala Sekolah dapat segera meneruskan informasi kepada orang tua / wali murid.
“Kita awali dengan  sosialisasi ke kepala sekolah SMP Negeri se-Kota Kediri, untuk besok akan ditindaklanjuti bersama dengan Kantor Kementrian Agama Kabupaten dan Kota dengan sarana vicon Kepala sekolah MTs Negeri dan Swasta se Kabupaten Kediri. Sedangkan  selanjutnya sosialisasi PPDB SMA-SMK Jatim untuk Kepala Sekolah SMP Negeri dan Swasta se-Kabupaten Kediri,” papar Sidik.
Sidik berharap agenda sosialisasi ini masih sesuai dengan jadwal yang telah disusun dan dapat selesai pada pekan ini. Ia juga mengintruksikan input nilai bisa selesai sebelum jatuh tempo yang mana dimulai dari tanggal 27 April hingga 9 Mei.
Menurutnya proses input nilai hanya butuh waktu sebentar dikarenakan pihak Cabdispendik Jawa Timur sudah menyiapkan template sehingga setiap sekolah tinggal mengikuti alur yang telah ditentukan.
“Input nilai PPDB dilaksanakan pada 27 April hingga 9 Mei dalam waktu 3 hari pasca sosialisasi dan sebenarnya sekolah tidak butuh waktu yang lama. Proses mengentri nilai sekolah tinggal mengunduh template nya di website rapor.ppdbjatim.net setelah itu copy paste DKN (Daftar Kumulatif Nilai) rapor dari semester 1 sampai 5 untuk 4 mata pelajaran dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA jika sudah selesai langsung diupload lagi setelah itu tinggal atur jadwal untuk siswa konsultasi nilai rapornya yang sudah diupload tadi,” tambahnya.
Pada sistem yang termuat di website rapor.ppdbjatim.net nantinya nilai yang sudah ter-upload dapat dilihat bebas oleh siswa yang mana mereka tidak memiliki hak akses terhadap data. Jika nantinya ditemukan nilai yang salah input dari pihak sekolah, siswa dapat menghubungi wali kelas untuk melaporkan kesalahan input nilai.
Pasca pandemi covid-19 selesai dan masuk tahun ajaran baru, para siswa diwajibkan mengumpulkan bukti fisik rapor ke sekolah untuk verifikasi dan validasi kesesuaian data.
Sidik menjelaskan jika nantinya memang ada ketidakcocokan, siswa yang bersangkutan bisa dibatalkan penerimaannya.
“Siswa hanya bisa melihat, tidak bisa merubah karena yang merubah tetep sekolah, kalau ada kesalahan nilai tinggal hubungi wali kelas. Setelah nanti tahun ajaran baru validasi nilai dan ada pemalsuan dokumen maka yang bersangkutan akan dikeluarkan dari sekolah yang sudah menerima. untuk verifiikasi dan validasi dari sekolah berupa bukti fisik pengumpulan rapor siswa yang telah diterima,” ucap Sidik.(yy)