berita POLITIK

Mantan Ketua KPU Kab. Kediri Kembalikan Formulir Cabup PDIP

Kediri, demonstran.com – Sapta Andaruisworo, mantan Ketua KPU Kabupaten Kediri kembali datangi kantor DPC PDI Perjuangan untuk kedua kalinya, Kamis (12/9).

Kedatangannya kali ini bermaksud untuk mengumpulkan kembali formulir pendataftaran beserta pemberkasan sebagai prasyarat rekomendansi kendaraan politiknya dalam maju di bursa pemilihan Bupati Kediri 2020 mendatang.

Sapta merupakan pendaftar bakal calon Bupati Kediri ketiga yang telah mengumpulkan formulir pendaftaran dari sembilan calon pendaftar yang telah masuk di DPC PDI Perjuangan.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Kediri dua periode yakni semenjak tahun 2009 – 2019 ini tiba di kantor DPC PDI Perjuangan pada pukul 12.00 Wib, dengan mengenakan baju putih.

Baju putih dipilihnya atas dasar filosofi Presiden RI Jokowi Widodo yang selalu mengenakannya saat maju di kontestasi Pesta Demokrasi. Berharap mengenakan baju yang sama dengan Jokowi yang basisnya dari partai PDIP. Sapta berharap bisa mendapat rekom dari partai berlogo banteng mocong putih ini.

Sementara itu Sapta menjelaskan maju dalam bursa Pilbup ini karena ada semangat perubahan dan pembaruan. “Ada beberapa sektor yang perlu perubahan dan pembaruan karena di Kabupaten Kediri masih terlihat stagnan dalam kemajuan di berbagai sektor,” ungkapnya.

Khususnya di sektor ekonomi perlu ada perubahan dan pembaruan supaya perekonomian masyarakat di Kabupaten Kediri lebih maju, sejahtera dan makmur. “Itu semangat saya untuk maju,” ungkapnya.

Sapta mengaku untuk maju yang paling efektif melalui PDIP karena tanpa perlu koalisi sudah dapat memberangkatkan sendiri pasangan calonnya. “Kami sudah berniat maju bersama rakyat, semoga Allah mengijabahi doa dan harapan kami,” jelasnya.

Terkait bakal calon yang akan mendampinginya, Sapta belum menentukan siapa pasangannya. “Dalam proses penjaringan ini kami akan berkompetisi dengan bakal calon lainnya,” ungkapnya.

Ketika disinggung potensi persaingannya dengan sejumlah calon yang mendaftar, pihaknya secara normatif menyerahkan sepenuhnya kepada pihak partai untuk memutuskannya. “Kami serahkan semua kepada kekuatan Allah, jika kami dipercaya dan direstui pada Pilkada 2020 mendatang kami akan bekerja dengan penuh semangat perubahan dan pembaruan,” paparnya.

Sementara itu, Tri Efendi, SH, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDIP Kabupaten Kediri mengatakan, bahwa DPC PDIP per hari ini (kamis-red) yang sudah mengambil Formulir dalam penjaringan Bakal calon sebanyak 9 orang. Diantarnya, H. Masykuri Wakil Bupati Kediri, Mujahid merupakan birokrat yang masih menjabat Kepala Bakesbanglinmas Pemkab Kediri, Eko Ediono Sekretaris Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan (TP3) Kabupaten Kediri yang nantinya bakal mendampingi Mujahid dalam pertarungan kostestasi pilihan bupati, Sapta Andaruisworo mantan Ketua KPU Kabupaten Kediri, dan 5 nama lainnya seperti

Habib, Saifudin, kemudian Subani dan H. M Ridwan dan Bondan.

“Sudah ada 9 bakal calon yang mendaftar, dengan rincian 8 bakal calon bupati dan satu bakal calon wakil bupati, katanya.

Tri Efendi mengutarakan, tahapan penjaringan kandidat DPC PDIP diawali pada tanggal 5 – 14 September dilakukan pembukaan dan pengembalian formulir.

Setelah itu pada 16 – 17 giliran tahapan validasi berkas. 17 – 20 dilakukannya fit and proper test oleh DPD PDIP Jatim, selanjutnya pada 22 September rapat pleno DPD PDI, dan pada 23 September adalah penyetoran berkas hasil tes ke DPP PDIP.

“Jadi intinya, penetapan atau rekom Partai PDIP semua tergantung pada DPP. Bagaimana dalam setiap tahapan DPC dan DPD memberikan sejumlah gambaran dari masing-masing background calon. Dan tahapan akhir atau penetapan siapa yang nantinya akan kami usung tergantung keputusan dari DPP,” pungkasnya. (glh)