berita teknologi

Manfaatkan Kotoran Sapi Menjadi Bahan Bakar Biogas

Kediri, demonstran.com – Warga Desa Ngampel, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri yang tergabung dalam kelompok peternak (Pokternak) Sari Pati Ngampel, memiliki inovasi baru yakni memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk pertanian melalui pengolahan biogas.

Disamping itu, kelompok ternak yang beranggotakan 30 orang ini telah berhasil memanfaatkan biogas dari kotoran ternak tersebut untuk menciptakan gas metan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan memasak serta sumber penerangan.

“Dengan memanfaatkan biogas kotoran ternak, bisa menghemat pengeluaran dan juga ramah lingkungan, “ujar Jamal Sururi, Ketua Pokternak Sari Pati Ngampel, Sabtu (14/9).

Selain itu, masih jelas Ketua Pokternak, dengan inovasi pemanfaatan biogas menjadi bahan bakar alternatif, dari dua sumber biogas dikelola oleh peternak hingga mampu mencukupi kebutuhan bahan bakar kompor dan juga lampu petromak enam kepala keluarga yang menjadi anggota.

Jamal mengaku bahwa ide awal pembuatan biogas tersebut dari banyaknya kotoran sapi yang dihasilkan. Kemudian meminta kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kab Kediri untuk dilakukan pelatihan pemanfaatan kotoran sapi.

“Kami diberi bantuan alat biogas yang memiliki fungsi merubah kotoran sapi menjadi gas metan. Kemudian gas metan dialirkan ke rumah anggota kelompok untuk dijadikan bahan bakar kompor untuk memasak dan lampu penerangan petromak,” ujar Ernawati salah satu anggota lainnya.

Ia juga menambahkan, selain sebagai energi biogas, setelah melalui proses sisa kotoran juga dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

“Kalau ada lampu mati aman sudah. Sementara masih untuk anggota, rencananya akan kita buat massal,” terangnya

Ernawati mengaku, energi alternatif dari kotoran sapi tersebut sangat bermanfaat. Kini ia sudah tidak lagi membeli gas elpiji untuk kebutuhan memasak dan menekan tagihan listrik PLN hingga 30 persen.

“Sangat bermanfaat sekali. Sejak ada gas metan dari biogas, sudah tidak lagi beli elpiji untuk memasak. Selain itu, bisa menghemat tagihan listrik,” kata Ernawati. (glh)