berita DAERAH

Majukan Sektor Pertanian Gunakan Drone Penebar Benih

Kediri, demonstran.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menciptakan sejarah baru yaitu melakukan penanaman padi dengan menggunakan drone tebar benih di lahan pertanian. Hal ini ditunjukkan dalam acara Sejahterakan Petani (SERASI) di Desa Jabon Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, Rabu (9/10).
Dalam sambutannya Bupati Kediri Haryanti mengucapkan banyak terimakasih atas pemberian hadiah drone, dan segera langsung bisa dimanfaatkan oleh petani.  Terimakasih juga atas bantuan pompa air, traktor dan inkubator, biarpun proposalnya menyusul.
Bupati Haryanti menambahkan bahwa hasil pertanian di Kabupaten Kediri terutama komuditas Cabe  menduduki nomor 1 tingkat nasional, sedangkan jagung nomor 3 tingkat Jatim serta  nanas nomor 2 se Jawa Timur.
Haryanti, menambahkan bahwa Tahun 2018 Kabupaten Kediri mengalami surplus 50.000 ton hasil riil yang setiap Jum’at dilaporkan. Sedangkan BPS menulis minus 45.000 ton  jadi ada selisih 95.000 ton.
“Ini hanya Satu kabupaten bagaimana jika banyak kabupaten dimungkin akan ada kesempatan untuk import. Hal tersebut mohon dijadikan perhatian untuk Indonesia.” tegas Bupati.
Sementara itu Andi Amran Menteri Pertanian,  mengatakan bahwa penanaman padi menggunakan drone tersebut bertujuan sebagai upaya nyata dalam percepatan tanam serta mendongkrak luas tanam di musim kemarau yang tengah berlangsung.
“Harapan saya kabupaten Kediri bisa menjadi lumbung pangan nasional melalui optimalisasi lahan pertanian terpadu, yang pasti melalui program SERASI. Dengan cara menanam padi dengan menggunakan drone ini dapat mempercepat tanam. Pengolahan lahan dan panennya menggunakan mekanisasi modern juga. Jadi pasti bisa lebih cepat untuk membangun lumbung pangan,” ucapnya.
Mentan Andi Amran menjelaskan bahwa  Drone penebar benih tersebut memiliki keunggulan yakni mampu menebar benih untuk satu hektar lahan yang hanya membutuhkan waktu 1 jam dengan kapasitas 50 sampai 60 kg per hektar. Hal tersebut jika dibandingkan dengan cara manual, yang memakan waktu cukup lama serta tenaga kerja yang banyak.
“Kalau kita  menebar benih padi secara manual, kita akan membutuhkan waktu 4 jam dengan pekerja hanya 1.orang per hektarnya. Perbandinganya cukup jauh, bahkan biayanya pun  lebih efisien,” terangnya.
Sedangkan Drone penebar benih tersebut mampu bekerja mandiri sesuai pola atau alur yang sudah dibuat pada perangkat android dan dipandu oleh GPS. Drone ini mampu melakukan resume operation, sehingga operation yang tertunda dapat dilanjutkan kembali sehingga tidak terjadi overlap dalam penanaman dan dilakukan secara otomatis.
“Ketahanan baterai mampu beroperasi selama 20 menit dengan kapasitas angkut maksimal 6 kilogram benih padi, dengan demikian, dapat lebih mengoptimalkan kerja mesin pertanian seperti halnya traktor dan escavator. Awalnya hanya bekerja 8 jam per hari menjadi 16 jam per hari. Yang lebih penting lagi semangat petani semakin berkobar bekerja,” lanjutnya.(yy)