berita DAERAH

Lintar Wardani : Ingin Dusun Katang Menjadi Kampung Jahit

Kediri, demonstran.com – Menjahit merupakan salah satu keterampilan yang perlu dimiliki para ibu-ibu rumah tangga. Selain bermanfaat pada diri sendiri keterampilan menjahit juga bisa menambah penghasilan keluarga dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Seperti Kegiatan kursus menjahit oleh seorang ibu rumah tangga yang ada di Dusun Katang Desa Sukorejo Kecamatan Ngasem ini. Lintar Wardani (35) pada tahun 2018 kemarin dia mempunyai inisiatif untuk berbagi ilmu kepada para ibu – ibu rumah tangga dan remaja putri dengan menggelar kursus kilat menjahit, agar bisa membantu menambah pendapatan keluarga.

Kursus menjahit yang ada di Dusun Katang Desa Sukorejo ini diikuti 10 sampai 20 peserta yang terbagi menjadi dua sesi yakni pagi dan sore hari. Untuk kegiatan Kursus menjahit ini pelaksanaannya tiap awal bulan selama 7 hari ini dengan biaya Rp. 175.000,-. Dan selama 7 hari tersebut peserta kursus sudah dapat membuat baju sendiri.

“Peserta yang ikut kursus Alhamdulillah banyak karena keterbatasan tempat sehingga kita buat untuk dua sesi yakni pagi dan sore hari,’ ucap Lintar Wardani, S.Pd pemilik sekaligus pengajar kursus menjahit Griya Jahit Utama, Jumat (8/11).

Dalam kursus jahit yang dilaksanakan oleh griya jahit Utama ini selain membuat gamis juga diajari membuat kemeja, kebaya serta celana wanita. Setelah mengikuti kursus menjahit ini diharapkan mampu memperoleh ketrampilan dalam menjahit dan mampu untuk mengembangkan usaha, sehingga taraf ekonominya terbantu.

“Adanya kursus menjahit ini semoga nantinya para ibu-ibu rumah tangga dapat membuka usaha sendiri di bidang jahit menjahit,” ucapnya.

Adapun peserta yang mengikuti kursus menjahit ini berasal dari berbagai kota bahkan hingga dari luar kota juga ada. “Untuk pesertanya sendiri selain dari warga sekitar juga ada yang dari luar kota bahkan kursus jahit ini juga diikuti pelajar yang masih duduk di bangku SMP,” ucapnya.

Saat ditanya apa motivasinya menggelar kursus jahit ini, Lintar mengatakan ingin berbagi ilmu selain itu juga saat menjelang lebaran jahitan di tempatnya begitu banyak nah inginnya dia sebagian diberikan ke peserta kursus yang memang sudah siap membantu menjahit. Jadi bisa menambah pemasukan juga buat peserta yang sudah lulus kursus.

Sempat juga ada yang menawarkan untuk diajari menjahit melalui online, namun dia tolak karena bingung bagaimana cara penyampaiannya.

Ari, salah satu peserta kursus saat ditanya kenapa tertarik ikut kursus menjahit, dia mengatakan kalau kepingin bisa buat baju sendiri. ” Ya biar bisa buat baju sendiri aja, karena kalau beli baju jadi sering tidak muat,” ucapnya.

Menurut Lintar, kendala untuk kursus yang dia laksanakan kurangnya mesin jahit dan ruangan yang terbatas.

Lintar berharap adanya keikut sertaan pemerintah desa terhadap kegiatan yang dia lakukan. “Semoga pemerintah desa bisa ikut serta dalam kegiatan kursus menjahit ini, karena saya mempunyai impian menjadikan dusun Katang khususnya bisa menjadi kampung jahit dalam hal edukasi,” harapnya.(yy)