berita Olah Raga

KONI Kota Kediri Tak Setuju Ajang Porprov VII Ditunda

Kediri, demonstran.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri tak setuju jika ajang gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur ke VII ditunda pada 2022 mendatang.

Hal ini dikarenakan kontingen Kota Kediri telah merasa siap dalam menyambut pesta olahraga dua tahunan tersebut.

Kabar menyangkut ditundanya ajang Porprov ini diketahui setelah dilakukannya rapat tahunan KONI Jatim secara daring bersama dengan seluruh pengurus KONI Kabupaten/Kota se Jawa Timur Kamis (25/6/2020) kemarin.

Dalam rapat tersebut tiga dari daerah yang menjadi tuan rumah Porprov ke VII ini menyatakan tidak siap dikarenakan situasi pandemi corona.

Tiga daerah tersebut ialah Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo. Sedangkan hanya satu daerah saja yakni Kabupaten Jember yang siap jika ajang Porprov tersebut digelar pada 2021.

“Kalau kami inginnya ya digelar pada 2021. Kami sudah mempersiapkannya dengan matang. Namun terkait penundaan ini sifatnya masih belum fix melainkan masih akan diajukan ke Gubernur Jawa Timur terlebih dulu,” kata Maria Karangora, Ketua KONI Kota Kediri.

Dikatakan oleh Maria, kesiapan Kota Kediri dalam mengikuti ajang Porprov tersebut tak sekadar omong belaka. Melainkan pihaknya memang sudah mempersiapkan secara matang dari masing-masing cabang olahraga (cabor) yang akan diturunkan dengan segala program latihan yang terstruktur dan terprogram.

“Kami katakan kami siap. Kami yakin dengan Pemusatan Latihan Kota (Puslakot) yang menjadi program andalan kita sebagai upaya mempersiapkan diri menhadapi event-event besar termasuk Porprov kami yakin dapat mempertahan gelar yakni masuk di tiga besar”.

Apalagi persiapan kami sudah kita lakukan semenjak Bulan Maret 2020 kemarin. Meski dalam keadaan pandemi, seluruh atlet terus kita anjurkan untuk latihan di rumah dengan program latihan yang diberikan oleh pelatih melalui pesan gawai hingga saat ini,” terangnya.

Lebih lanjut, Maria mengaku, meski target yang dibebankan oleh kontingen Kota Kediri cukup berat, namun dirinya yakin, dengan kerja keras dan segala bentuk persiapan yang dilakukan, kontingen Kota Kediri mampu memenuhi target tersebut.

“Kita tahu, mempertahankan jauh lebih sulit daripada merebut. Namun kami harus optimis untuk menjawab tantangan tersebut. Masih ada waktu untuk terus meningkatkan dan memperbaiki cabor-cabor mana yang perlu dilakukan peningkatan agar pada saat event dimulai mampu menghasilkan prestasi yang optimal,” imbuhnya.

Diketahui, dalam ajang Porprov ke VI kemarin, kontingen Kota Kediri mampu berada diposisi kedua dalam perebutan perolehan medali satu tingkat di bawah Surabaya yang menjadi juara umum. Diposisi kedua tersebut Kota Kediri mampu mengumpulkan pundi-pundi medali diantaranya, 60 medali emas, 44 medali perak dan 49 medali perunggu.(glh)