berita DAERAH

Kisah CJH Kediri, Jual Sawah Hingga Ingin Ziarah ke Makam Orang Tua

Kediri, demonstran.com Tahun haji 2019 ini di kabupaten Kediri untuk jamaah haji termuda berusia 18 tahun yakni Ahmad Zidni Aula Abidin, alamat Dusun Gapuk, Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Sedangkan untuk jamaah haji tertua berusia 99 tahun yakni Munawar, alamat Dusun Ngrangkok, Desa Klampisan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.
Sementara itu, saat Demonstran.com mencoba mewawancarai Munawar, jamaah haji tertua di tahun ini mengaku bersyukur dirinya dapat berangkat ke Baitullah tahun ini. Ia pun menuturkan jika ini merupakan pertama kali baginya dalam menunaikan ibadah haji.
Dari cerita Munawar. Ia mengaku rela menjual lahan sawahnya seluas satu hektar yang bertahun-tahun telah menjadi sumber mata pencahariannya demi berangkat ke Baitullah.
Meski demikian, ia mengaku sangat senang bisa melaksanakan jamaah haji tahun ini. Karena, menurut dia, untuk naik haji memang membutuhkan perjuangan yang keras.
“Uang berangkat haji ini dari penjualan lahan sawah. Meski nanti tak punya sawah lagi saya ikhlas dan semuanya demi bertamu ke rumah Allah. Sudah menjadi kewajiban bagi umat islam apabila hambanya mampu untuk menunaikan ibadah haji, dan jangan ditunda-tunda selagi mampu,”ungkapnya dengan nada yang sudah tak keras lagi lantaran tergerus usia.
Saat ditanya mengenai pekerjaan nantinya setelah pulang menjalankan ibadah haji. Munawar mengaku tetap menjadi seorang petani meski nanti statusnya beralih menjadi buruh. “Tetep macul mas (tetap mencangkul) cuma sekarang jadinya buruh tani,” paparnya.
Berbeda cerita dengan yang dialami oleh Ahmad Zidni Aula Abidin (CJH termuda), mengaku, keberangkatannya ke tanah suci menggantikan almarhum ayahnya yang pada saat itu tepatnya pada tahun 2010 lalu melakukan ibadah haji dan meninggal disana. Ayahnya pun dimakamkan disana. “Saya menggantikan ayah saya,” ujarnya.
Ahmad mengaku, tujuan utamanya ke tanah suci salah satunya untuk menjenguk makam ayahnya (ziaroh). “Selain melaksanakan ibadah haji, tujuan lainnya berziaroh ke makam ayah. Rasanya kangen,” ungkapnya.
Ahmad, mendapatkan uang ganti rugi setelah orang tuanya dinyatakan meninggal dunia pada saat menjalankan ibadah haji. Biaya pendaftaran dikembalikan ke pihak keluarga. Namun Ahmad justru menggunakan uang pengembalian tersebut untuk mendaftarkan dirinya untuk berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.(glh)