berita DAERAH POLITIK

Ketua DPC PPP Abstain dalam Pilbup Kediri 2020

Kediri, demonstran.com – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kediri, Taufiq Chavifudin mengatakan jika dirinya lebih memilih abstain (menjauhkan diri) dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 nanti.

Hal ini dipilihnya lantaran tak mau mengikuti arah gerbong koalisi partai besar yang telah terjadi saat ini di Kabupaten Kediri. Di mana, dari 9 partai pemilik kursi parlemen di DPRD Kabupaten Kediri, 8 diantaranya sudah tergabung dalam koalisi pasangan calon Hanindhito Himawan Pramono-Dewi Maria Ulfa sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Kediri periode 2021-2026.

Menurut Taufiq, fenomena gerbong koalisi partai besar dinilai mencederai demokrasi dan tidak memberikan pendidikan politik yang benar terhadap masyarakat ditingkat bawah.

“Fakta ini menjadi bukti sebagai kemunduran bagi demokrasi. Ini menunjukkan kegagalan di internal partai politik dalam mencetak figur atau calon untuk berani maju. Dampak krisis calon figur yang diusung membuat persaingan di Pilkada juga tidak kompetitif,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa 1 September 2020.

Dikatakan oleh Taufiq, jika dirinya diberikan kesempatan untuk memilih, maka dirinya lebih baik memilih abstain daripada harus mengikuti gerbong koalisi besar seperti yang dilakukan oleh partai lain. Namun demikian, dirinya tetap menunggu keputusan dari DPP seperti apa, yang disinyalir dalam kurun waktu 2-3 hari akan segeran keluar.

“Kita lihat keputusannya seperti apa. Jika ternyata DPP memutuskan untuk berkoalisi, ya kita sebagai pengurus partai ditingkat bawah tetap harus tawaduk dan mengikuti keputusan yang dipilih oleh DPP,” katanya.

“Namun sekali lagi, ini hanya sikap dari DPC Partai PPP jika lebih baik abstain dari pada harus berbagung dengan koalisi. Karena ini jelas tidak baik untuk dilakukan. Intinya, semua gambaran politik yang terjadi ditingkat bawah sudah kita sampaikan kepada DPP. Dan hasilnya kita serahkan dan menunggu keputusan DPP,” ungkapnya.

Diketahui, ada 8 partai politik pemilik kursi parlemen yang telah secara legal mendukung pasangan calon Hanindhito Himawan Pramono-Dewi Mariya Ulfa sebagai bakal calon pasangan bupati dan wakil bupati Kediri. Sejumlah partai tersebut diantaranya PDIP, PKB, Nasdem, Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS.(glh)