berita KRIMINAL

Kelabuhi Penjaga Lapas dengan Sembunyikan Narkoba di Celana Dalam

Kediri, demonstran.com – DAP, 28. Perempuan asal Kayen Kidul, Kabupaten Kediri diamankan oleh petugas kepolisian setelah aksinya nekat menyelundupkan Narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kediri saat jam besuk, Selasa (3/12)
Narkoba yang terdiri dari sabu-sabu, pil yang diduga ekstasi, hingga ganja kering ini disimpan oleh wanita berkerudung abu-abu ini dibalik celana dalamnya.
“Aksinya diketahui setelah petugas lapas melakukan pemeriksaan,” terang Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Minkamtib) Lapas Kediri Lilik Subagiyono.
Memang, DAP ini sebelumnya mengaku hendak membesuk salah satu tahanan di lapas yang berinisial MS, 29, asal Keling, Kepung, Kabupaten Kediri pada jam besuk sekitar pukul 10.15 WIB. Namun, dari gerak gerik DAB, saat berjalan memasuki Lapas, hingga saat pemeriksaan di luar, ada yang tidak beres dari caranya berjalan dan ada sesuatu yang mengganjal dari balik celananya.
Pemeriksaan pun dilakukan. Mulai dari pemeriksaan di luar ruangan, hingga pemeriksaan x-ray di dalam ruangan.
Namun, saat memang hendak dilakukan penggeledahan, petugas mengawasi DAP, dan melihat perempuan berumur sekitar 28 tahun itu terus-terusan memegangi daerah kemaluannya.
Lalu, petugas pemeriksaan perempuan itu dan  melakukan penggeledahan.
Sesuai SOP, dari tas, hingga ke dalam saku celana, dan dari barang bawaan, nihil. Namun saat petugas melakukan penggeledahan di sekitar area kemaluan, petugas perempuan tersebut mendapati ada sesuatu yang tidak lazim, atau seperti benda kasar.
Langsung saja, perempuan berjilbab abu-abu itupun digiring ke ruang pemeriksaan dalam. Petugas lapas langsung melakukan pemeriksaan badan, mulai baju hingga celana. Petugas juga meminta DAP untuk melepaskan celana yang dipakainya.
Ternyata, benar. Setelah melepas celananya, petugas melihat ada sesuatu yang mengembang dari dalam celana dalam. Lalu dilepas juga celana dalam tersebut. “Ditemukan plastik gelap, yang diduga sebagai barang yang hendak diselundupkan,” terang Lilik.
Dari balik celana dalam yang dikenakan DAP, ada dua bungkusan hitam yang diberi lakban coklat, dan lakban hitam. Bungkusan pertama, ketika jatuh di lantai kamar mandi tiba-tiba muncul satu set charger handphone. Sedangkan bungkusan yang lain, masih terbungkus dengan lakban.
“Pada waktu itu, bungkusan belum dibuka oleh petugas yang memeriksa, sesuai prosedur dan SOP, dibuka dengan adanya saksi kunjungan pelayanan hari ini,” ujar Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kediri Sastra Irawan.
Benar saja, dari dua bungkus tersebut, ditemukan dua bungkus serbuk kristal putih yang diduga sabu. Ditemukan juga plastik klip yang masih baru ada sekitar 53 buah. Sedangkan dari bungkusan lain, ditemukan diduga ganja kering, dan juga pil ekstasi.
Petugas pun menghubungi pihak Satresnarkoba Polres Kediri Kota atas temuan tersebut. “Selanjutnya kami serahkan ke penyidik dari pihak kepolisian,” imbuh Sastra.
Sembari digiring oleh petugas Satresnarkoba Polres Kediri Kota, DAP hanya bisa menunduk, dan bersembunyi dibalik masker. Saat ditanyai oleh awak media, ia hanya diam saja sampai dimasukkan ke mobil Satresnarkoba Polres Kediri Kota untuk diperiksa lebih lanjut.(glh)