berita DAERAH

Kapolresta : Polisi Siap Bantu Warga Korban Bencana

Kediri, demonstran.com – Kesiapsiagaan serta atensi terhadap bencana alam kini kian meningkat. Berbagai pihak sudah mengambil langkah untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang membahayakan. BPBD Kota Kediri, bersama dengan TNI, Polri, Satpol PP, Dinkes, dan instansi lainnya melakukan peningkatan kesiapsiagaan.
Kemarin pagi, Rabu (15/1) saat memimpin Apel Pasukan di Lapangan Gajah Mada, Pesantren, Kota Kediri, Kapolresta Kediri, Miko Indrayana menjelaskan bahwa pasukan gabungan kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Kota Kediri siap bila terjadi bencana.
 “Kita berharap tidak terjadi bencana alam, namun memang bila terjadi, kami siap membantu warga,” ujar Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana.
Polisi berpangkat dua melati di pundaknya itu menjelaskan bahwa dalam dua-tiga minggu terakhir, memang terjadi bencana alam yang ekstrem di wilayah hukum Polres Kediri Kota. Untuk mengatasinya, tim gabungan pun mengadakan posko bencana di Pesantren.
Pihaknya menjelaskan bahwa dari apel kesiapsiagaan tersebut, mempersiapkan personel gabungan dari TNI, POLRI, BPBD, SATPOL PP, PMK, Dinkes, dan lainnya.
“Selain di Kota, di Kabupaten Kediri, wilayah barat sungai juga didirikan posko, yakni di Kecamatan Mojo,” terang Miko.
Selain itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri Syamsul Bahri. Menurutnya, di awal tahun 2020 saja, sudah tercatat ada puluhan rumah, dan ratusan pohon yang ambruk akibat bencana angin kencang. “Merata di tiga kecamatan di Kota Kediri,” ujarnya kepada Demonstran.com.
Selain itu kejadian angin kencang itupun juga terjadi di tempat-tempat lain. Syamsul menjelaskan bahwa dua hari setelah kejadian tersebut, beberapa pohon ditemukan tumbang di Kecamatan Mojoroto, selanjutnya ditemukan lagi di Kecamatan Pesantren.
Selain puting beliung, tanah longsor juga menjadi salah satu bencana yang wajib diwaspadai. Tidak seperti puting beliung yang merata terjadi di tiga kecamatan, di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, yang menjadi daerah rawan tanah longsor. “Dari catatan tahun-tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Dikatakan oleh Syamsul, jika kejadian bencana di tahun ini sangatlah parah terutama bencana angin puting beliung.
“Jelas tahun ini sangat dahsyat. Tahun lalu untuk di awal tahun saja hanya ada 4 – 5 rumah saja yang alami kerusakan akibat bencana angin puting beliung. Nah di tahun ini sudah mencapai 64 rumah yang telah mengalami kerusakan”.
“Dan padahal ini baru awal. Belum hingga April nanti yang diprediksi cuaca ekstrim tersebut sampai bulan itu. Ya mudah-mudahan tidak nambahlah jumlah dampaknya,” ucapnya.(glh)