berita KRIMINAL

Kantor Q-Net Di Kediri Digerebek Tim Cobra Polres Lumajang

Kediri, demonstran.com – Tim cobra dari Reskrim Polres Lumajang melakukan penggerebekan sebuah rumah di Kediri, yang diduga sebagai kantor PT. Q-Net yang menjalankan bisnis dengan sistem money games dengan mekanisme piramida melalui perusahaan PT. Amoeba International. Sedangkan PT Q-Net sebagai induk perusahaan yang menjalankan perdagangan sistem piramida
Tim Cobra Polres Lumajang melakukan penggerebekan di salah satu rumah di Jalan Agrowilis, Desa/Kecamatan Semen kemarin sore, Kamis (3/10). Rumah yang digerebek diduga milik salah satu petinggi PT Qnet.
Namun, untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Cobra ini untuk mendalami dan mencari barang bukti dari kasus bisnis skema piramida yang dilakukan oleh PT. Amoeba yang sedang dilakukan penyidikan oleh Polres Lumajang. “Jadi kami melakukan penggeledahan di rumah petinggi atau direksinya PT. Amoeba, untuk mencari barang bukti lain,” terang Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Hasran.
Pria berambut gondrong itupun menjelaskan bahwa saat ini, masih menemukan dan menyita barang bukti seperti dokumen, formulir yang menunjukkan skema piramida dari PT. Amoeba itu sendiri.
Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah laptop, tas, dan dokumen-dokumen lain. Uniknya, barang-barang seperti laptop, tas, dan lainnya itu ditemukan di dekat pembakaran sampah, belakang rumah.
Hal tersebut yang membuat kecurigaan Tim Cobra Polres Lumajang semakin kuat. Para pekerja yang berada di rumah tersebut adalah pelaku pembuangan barang bukti tersebut. Dari sepuluh pekerja yang berada di rumah, hanya lima orang yang mengaku membuang barang-barang berharga tersebut.
Saat ditanyai, para pekerja itu juga mengaku bahwa mereka kaget, dan panik, kenapa ada petugas kepolisian. Namun Hasran menjelaskan alasan tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran atas pembuangan barang-barang tersebut. “Apalagi barang mewah, dan kenapa dibuangnya juga didekat bekas tumpukan dokumen yang dibakar di belakang bangunan. Ini banyak kecurigaan dari kami,” terang Hasran.
Sementara, para pekerja yang terus-terusan mengelak itu juga ditanyai oleh petugas. Mereka tidak tahu barang-barang tersebut milik siapa. Bahkan ada salah satu pekerja, yang mengaku panik, dan membuang barang tersebut karena ketakutan saja. Namun ketakutannya itu tidak jelas.
Sempat juga mereka menganalogikan bahwa kepanikan itu sama seperti ketika rumah mereka terbakar, dan membawa keluar barang-barang tersebut ke luar. Namun pertanyaan petugas masih tetap sama, kenapa dibuang ke tempat bekas pembakaran. “Ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh petugas terlebih dahulu dari keterangan-keterangan para pekerja,” terang Hasran.
Ditanya soal pemilik rumah, petugas juga mendapatkan informasi dari penunggu bahwa pemilik rumah sedang berada di Malaysia untuk berobat. Sudah tiga minggu yang lalu, dan ketiga pimpinan direksi PT. Amoeba sedang menjalani perawatan. “Sebelumnya sudah kita surati untuk datang ke Polres Lumajang untuk dimintai keterangan, namun, direspon bahwa mereka sedang sakit, dan tiga-tiganya sedang dirawat di Malaysia. Ya, kita doakan saja, semoga ketiga orang ini segera diberi kesembuhan lebih cepat,” imbuh Hasran.
Bersama dengan petugas Polsek Semen Polres Kediri Kota, dan para perangkat desa, sebanyak lebih dari 15 anggota Tim Cobra Polres Lumajang datang dan melakukan pemeriksaan di rumah yang berada di selatan Jalan Argowilis, Semen, itu. Dimulai sekitar pukul 14.30 WIB, hingga kemarin malam sekitar 18.00 WIB para petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap para pekerja yang membuang barang bukti tersebut. (glh)