berita POLITIK

Kandidat Nama Calon Bupati Kediri Mulai Bermunculan

Kediri, demonstran.com – Kontestasi pemilihan Bupati (Pilbup) Kediri periode 2020 – 2025 sudah semakin dekat.

Bersamaan dengan itu, sejumlah nama-nama calon bupati hingga wakil bupati Kediri juga telah mulai menampakkan jati dirinya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh Demonstran.com melalui penjaringan partai politik (parpol) di tingkat DPC hingga DPD Kabupaten Kediri yang saat ini tengah melakukan pendaftaran calon bupati tercatat hampir kurang lebih ada 11 orang yang telah muncul.

Bisa dikatakan, nama-nama dari sejumlah bakal calon ini telah siap dalam mengikuti persaingan di bursa kontetasi pilbup Kediri 2020 mendatang lantaran telah memastikan dirinya mendaftar di sejumlah parpol sebagai kendaraan politiknya.

Sejumlah nama kandidat calon Bupati Kediri tersebut diantaranya, Mujahid dan Eko Ediono. Keduanya adalah  Kepala Bakesbangpol Kabupaten Kediri dan Sekretaris Tim Pertimbangan Percepatan Pembangan (TP3) Kabupaten Kediri. Keduanya mencalonkan diri sepaket yakni sebagai bupati dan wakil bupati.

Calon berikutnya muncul nama Masykuri Ihsan yang notabene adalah wakil bupati Kediri aktif saat ini, lalu muncul mantan Ketua KPU Kabupaten Kediri dua periode masa bakti 2009 – 2019 Sapta Andaruisworo, Haji Ridwan seorang pendakwah sekaligus ahli pengobatan Ruqiyah asal Kecamatan Kandat, dan Habib,SH sebagai seorang notaris.

Sedangkan sosok berikutnya muncul seorang pengusaha yang bergerak di bidang perhotelan yakni Insaf Budi Wibowo atau yang biasa dipanggil Gaguk, selanjutnya Adi Suwono pemilik hotel Bukit Daun Kediri, dr. Sukma Sahadewa sebagai Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Surabaya, Rahmat Mahmudi sebagai Ketua Umum Gerakan Rakyat Menuju Kediri Lebih Baik (GR-MKLB), Subani hingga kabar terakhir santer terdengar kabar putra dari Pramono Anung Sekretaris Kabinet Republik Indonesia yakni Hanindhito Himawan Pramana juga digadang-gadang bakal muncul di bursa Bupati Kediri kali ini.

Meski dari latar belakang yang berbeda-beda, namun keseluruhan bakal calon bupati ini memiliki satu tujuan sama yakni menjadikan Kabupaten Kediri menjadi lebih baik, maju dan sejahtera.

Seperti yang diutarakan oleh Masykuri. Sebagai wakil bupati Kediri dua periode itu, ia mengaku tahu betul dengan apa yang akan ia harus lakukan nanti apabila terpilih menjadi bupati Kediri.

Pengalamannya menjabat wakil bupati 10 tahun menjadikan starting poin dirinya untuk melakukan perubahan di Kabupaten Kediri.

“Saya merasakan, masih banyak hal-hal yang belum saya lakukan selama menjadi wakil bupati. Karena itulah, saya kembali mencalonkan diri untuk menerapkan dan menjalankan roda pemerintahan yang lebih baik lagi sesuai dari hasil pengalaman serta pengamatan kerja saya selama ini,” ujarnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Mujahid, jika terpilih nanti. Ia akan melanjutkan sejumlah pembangunan yang telah dilakukan oleh para pendahulu.

“Pembangunan tanpa kelanjutan tidak mungkin akan terealisasi dengan baik. Dilain sisi. Kita juga akan memajukan disemua sektor baik pendidikan, pertanian, termasuk perekonomian bagi masyarakat Kabupaten Kediri,” ungkapnya.

Terpisah, Rahmad Mahmudi, warga Desa Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, yang juga mantan staf Kesbangpol Pemkab Kediri, saat ditemui Demonstran.com seusai melakukan pendaftaran penjaringan bakal calon bupati melalui Partai Gerindra mengungkapkan keinginannya untuk maju sebagai Bacabup Kediri lantaran merasa prihatin akan kondisi pemerintahan Kabupaten Kediri saat ini.

“Keinginan kami maju sebagai Bacabup Kediri atas dorongan dari rekan-rekan. Karena melihat kondisi pemerintahan daerah yang saat ini sudah cukup memprihatinkan,” terang Rahmad.

Masih lanjut Rahmad, bahwa harus ada perubahan dari semua lini. Sebelumnya kami sering mengadakan diskusi dengan teman-teman, baik secara langsung maupun melalui media sosial yang tergabung dalam Gerakan Kediri Menuju Lebih Baik (GKMLB)

“Dalam evaluasi itu, banyak kebijakan Pemerintah Daerah yang tidak tepat termasuk pengisian perangkat maupun BPD, lelang proyek, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) yang membumbung tinggi hingga miliaran rupiah serta tidak transparannya roda pemerintahan di Kabupaten Kediri,” paparnya.

Oleh karena itu, sambung Rahmad, tujuan ia maju sebagai Bacabup yakni untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi dan tidak ada lagi kebocoran-kebocoran anggaran. Sehingga kebocoran anggaran bisa dialihkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, persaingan para kandidat Bupati Kediri 2020 tampaknya benar-benar total. Terbukti dari mereka yang tidak mau hanya mendaftar di satu partai, begitu ada partai yang membuka pendaftaran, mereka segera mendaftar. Harapannya, jika gagal lewat partai satu, masih ada partai yang lain.

Seperti yang dilakukan Masykuri dan pasangan Mujahid – Eko Ediono. Tercatat lebih dari satu partai yang sudah mereka daftari.

“Setiap ada peluang, kami akan masuk. Tidak menutup kemungkinan, jika ada partai lain yang membuka, kami juga akan mendaftar,” ujar Mujahid, saat dikonfirmasi ketika mendaftar di Partai Gerindra.

Menurut Mujahid, ketika dirinya maju sebagai calon Bupati harus ada partai yang mengusung. Semakin banyak partai yang mengusung akan mempermudah langkahnya untuk maju sebagai calon Bupati Kediri.

Senada dengan Mujahid, Masykuri yang sudah mendaftar di tiga partai yakni PDIP, NasDem dan Gerindra, menjelaskan bahwa dia ingin berkomunikasi dengan semua partai untuk maju sebagai calon bupati. “Saya berkomunikasi pada semua partai untuk menawarkan diri supaya bisa merekomendasikan saya untuk maju sebagai Calon Bupati Kediri,” tutur Masykuri. (glh)