berita DAERAH

Kades Tarokan Dijemput Paksa dan Ditahan Pihak Kepolisian

Kediri, demonstran.com – Kasus yang menjerat Kepala Desa Tarokan Kabupaten Kediri Supadi, kembali menemui babak baru. Ya, kabarnya sosok yang digadang gadang maju di bursa Pemilihan Bupati (Pilbup) Kediri ini dijemput paksa oleh Sat Reskrim Polres Kediri Kota. Dan pasca dimintai keterangan, Supadi langsung ditahan di Mapolres Kediri Kota dengan dugaan kasus pemalsuan gelar akademik.

Kasubag Humas Polresta Kediri AKP Kamsudi saat diwawancara mengatakan, penangkapan tersangka dilakukan Rabu sore (19/2) secara paksa di rumahnya tepat di Desa Tarokan Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.

“Pak Supadi dijemput paksa di rumahnya oleh anggota Satresmob yang dipimpin langsung oleh Pak Kasat Reskrim sekira pukul 17.00,” kata Kamsudi saat ditemui Demonstran.com di ruang kerjanya, Kamis (20/20).

Kamsudi menyatakan, tersangka dijemput paksa lantaran hingga panggilan ketiga terus mangkir dan tidak mengindahkan panggilan dari pihak kepolisian.

“Pelaporan sudah Oktober 2019 yang lalu, kita lakukan panggilan pertama hingga terakhir yang ketiga bulan Februari ini belum juga datang akhirnya kita jemput paksa.” Jelasnya.

Setelah dijemput paksa kata Kamsudi, tersangka langsung dibawa ke penyidik untuk diperiksa secara intens. “Setelah dibawa langsung diserahkan kepada penyidik, yang mana terlapor diduga telah melanggar tindak pidana menggunakan gelar akademik palsu,” katanya.

Selesai dari ruang penyidik, pada malam harinya tersangka langsung ditahan di Rumah Tahanan Polresta Kediri. “Ia ditahan karena sudah ada bukti yang cukup dari kita.” Tuturnya.

Lebih lanjut AKP Kamsudi menambahkan, kasus yang menjerat supadi kepala desa tarokan adalah murni kasus pidana tidak ada hubungannya dengan Pemilihan Bupati Kediri yang terlaksana tahun ini.

“Saya tambahkan, jadi untuk Polresta tentunya berbuat secara profesional, ini adalah murni tindak pidana jangan sampai ini diplintir ini jadi itu, itu jadi ini, kita tidak ada intervensi dari siapapun, perkembangan nanti disampaikan lebih lanjut,” pungkas juru bicara Polresta Kediri ini. (glh)