berita DAERAH

Kabupaten Kediri Darurat Corona, Masih Ada Tambahan 27 Kasus Positif

Kediri, demonstran.com – Masih belum mereda, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri justru semakin membludak.

Zona merah pun masih belum beranjak pergi dari Kabupaten Kediri lantaran terus alami penambahan jumlah kasus positif.

Sebagai contohnya per tanggal 3 Juli 2020, Kabupaten Kediri alami tambahan kasus dalam jumlah besar yakni sebanyak 27 kasus.

Dari jumlah tersebut terbanyak memang didominasi oleh Pabrik Rokok Araya Tulungagung yang diketahui ada 10 kasus positif yang disebabkan dari klaster ini.

“Dengan tambahan 27 kasus ini menjadikan total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri sebanyak 233 kasus dengan rincian 168 orang dirawat, 51 orang sembuh dan 14 orang meninggal,” kata dr Ahmad Chotib selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri.

Menurut Chotib, dengan masih meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. Membuat dirinya mengharapkan kepada masyarakat agar benar-benar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, yaitu dengan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak dan wajib memakai masker saat
beraktivitas.

“Harus kita pahami bersama bahwa disiplin menjalankan protokol kesehatan adalah kunci keberhasilan dalam mengendalikan pandemi Covid-19 ini. Maka dari itu, ayo sama-sama menjaga diri kita sendiri untuk kebaikan bersama termasuk Kabupaten Kediri agar segera menuju ke zona hijau,” terangnya.

Berikut, tambahan 27 (dua puluh tujuh) kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kediri, diantaranya,

10 Klaster Araya Tulungagung

  • 2 orang warga Desa Mojo Kecamatan Mojo, isolasi mandiri.
  • 3 orang warga Desa Mlati Kecamatan Mojo, isolasi mandiri.
  • 3 orang warga Desa Sukoanyar Kecamatan Mojo, isolasi mandiri.
  • 2 orang warga Desa Surat Kecamatan Mojo, isolasi mandiri.

3 Klaster Maspion Sidoarjo

  • 2 orang warga Desa Langenharjo Kecamatan Plemahan, isolasi mandiri.
  • 1 orang warga Desa Kuwik Kecamatan Kunjang, isolasi mandiri.

2 Klaster Surabaya

  • 1 orang warga Desa Sebet Kecamatan Plemahan, isolasi mandiri.
  • 1 orang warga Desa Keling Kecamatan Kepung, isolasi mandiri.
    1 Klaster Desa Gampeng
  • 1 orang warga Desa Gampeng Kecamatan Gampengrejo, isolasi di Wisma Atlet Pare.

5 Klaster Desa Ketawang

  • 4 orang warga Desa Ketawang Kecamatan Purwoasri, isolasi mandiri
  • 1 orang warga Desa Mojokerep Kecamatan Plemahan, isolasi mandiri.

3 Klaster Pace Nganjuk

  • 2 orang warga Desa Kedungsari Kecamatan Tarokan, isolasi mandiri.
  • 1 orang warga Desa Sonorejo Kecamatan Grogol, isolasi mandiri.

3 Klaster Baru

  • 1 orang warga Desa Papar Kecamatan Papar, dirawat di RS Bhayangkara
  • 1 orang warga Desa Kalibelo Kecamatan Gampengrejo, dirawat di RS Bhayangkara.
  • 1 orang warga Desa Sidorejo Kecamatan Pare, dirawat di RS HVA.(glh)