berita DAERAH

Hari Ini Kota Maupun Kabupaten Kediri Terjadi Penambahan Kasus Corona

Kediri, demonstran.com – Bak bola salju yang terus menggelinding, kasus corona yang menimpa daerah Kediri Jawa Timur terus bertambah.

Tepat per tanggal hari ini, Jum’at (10/4) baik Kota maupun Kabupaten Kediri mengalami penambahan jumlah kasus jika warganya terkonfirmasi positif corona.

Untuk di Kota Kediri seperti apa yang sudah dijelaskan oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar melalui akun instagramnya menerangkan jika Kota Kediri terdapat 2 kasus tambahan terkonfirmasi corona. Penambahan jumlah kasus tersebut 1 dari warga Kelurahan Bujel Kecamatan Mojoroto dan 1 lagi dari Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto tepatnya di Perumahan Wilis 2.

“Hari ini saya mendapatkan kabar dari tim dinas Provinsi yang melakukan tracing di Kota Kediri kaitannya dengan cluster pelatihan haji. Dari situ ada 2 orang di Kota Kediri yang positif corona, 1 di Kelurahan Bujel dan 1 lagi dari Kelurahan Pojok,” kata Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri ini.

Masih kata Mas Abu, tambahan kasus tersebut tergolong orang tanpa gejala (OTG).

“Jadi mereka tidak ada gejala apa-apa ataupun tidak sakit. Atas hal itu saya langsung memerintahkan kepada Dinas Kesehatan untuk merawat orang tersebut di rumah sakit supaya nanti tidak menularkan kemana-kemana. Alhasil, dengan bertambahnya 2 kasus positif ini menjadikan jumlah warga Kota Kediri terjangkit corona kini menjadi 6 orang,” ungkapnya.

Sementara itu di Kabupaten Kediri pada hari ini juga mengalami penambahan kasus terkonfirmasi positif corona.

Ada 3 kasus tambahan terkonfirmasi positif corona sehingga total ada 10 kasus terkonfirmasi positif corona di Kabupaten Kediri.

Dikatakan oleh Juru Bicara Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Kediri, dr Ahmad Chotib, dari 3 orang tambahan tersebut 1 orang dinyatakan meninggal dunia sebelum hasil swab keluar, beralamat di Desa Kwadungan Kecamatan Ngasem. Untuk diketahui, proses perawatan dan pemakamannya sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) Covid-19.

Selain itu, lanjutnya, satu orang beralamat di Desa Deyeng Kecamatan Ringinrejo, melakukan isolasi mandiri dan dalam pengawasan tenaga medis. “Pasien ini dari cluster pelatihan TKHI Sukolilo,” tuturnya.

Menurut dr. Ahmad, Gugus Tugas sudah melakukan tracing untuk mengetahui siapa saja yang kontak dengan yang bersangkutan. “Kami masih terus melakukan pelacakan atau tracing,” imbuhnya.

Sementara satu orang lainnya, sambung dr. Ahmad, yaitu warga Desa Kambingan Kecamatan Pagu, yang saat ini mendapat perawatan secara intensif di Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) Kabupaten Kediri.

Kasus ini merupakan cluster baru, dimana pasien melakukan kontak dengan saudaranya yang datang dari Malaysia. “Gugus tugas juga sudah melakukan tracing siapa saja yang kontak dengan yang bersangkutan,” pungkasnya.(glh)