berita DAERAH

Gali Tanah, Warga Plosoklaten Temukan Bahan Peledak 

Kediri, demonstran.com – Geger, warga di Kediri temukan benda aneh yang menyerupai bahan peledak yakni ranjau yang diduga peninggalan jaman belanda. Senin (13/1).
Benda keras yang menyerupai bahan peledak tersebut ditemukan oleh tiga orang  penggali tanah urug saat melakukan penggalian di  pekarangan milik Kasa’i (65) warga Dusun Jarak Kidul Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri.
AKP Purnomo, Kasubbag Humas Polres Kediri mengatakan bahwa penemuan benda tersebut bermula pada Sabtu sore (11/1/2020) tiga orang penggali yakni  Rifai, Ahmad Saeroji dan Suyatno ketiganya merupakan warga setempat sedang melakukan penggalian tanah urug di pekarangan milik Kasa’i dan tidak sengaja saat mencangkul, cangkul membentur benda keras. Dan saat dilihat ternyata kedua benda aneh tersebut menyerupai bahan peledak jaman belanda.
“Kedua benda tersebut berbentuk bulat dan satunya berbentuk lonjong dan kondisinya sudah berkarat, diduga kedua benda tersebut adalah ranjau peninggalan zaman Belanda,”ujar AKP Purnomo.
Atas temuan tersebut, Rifai langsung melaporkan ke perangkat dusun dan dilakukan peninjauan, selanjutnya dilaporkan ke aparat kepolisian. Yakni melaporkan ke Polsek Plosoklaten, dan petugas Polsek Plosoklaten langsung melakukan peninjauan ke TKP.
“Petugas langsung menuju ke TKP guna melakukan penelitian terkait benda tersebut, dan mengamankan dua buah barang bukti yakni benda dengan jenis proyektil dengan ukuran panjang 29,5 dan diameter 9,5 cm, serta jenis ranjau darat dengan ukuran diameter 18,5 cm dan tinggi 7 cm,” terangnya.
Selanjutnya pihak kepolisian berkoordinasi dengan team Jibom Kompi 1 Yon C Sat Brimob Polda Jatim dan dilakukan penjinakan terhadap penemuan Handak dan selanjutnya diamankan ke Polsek Plosoklaten.
Untuk sementara Handak tersebut diamankan dengan cara ditanam di pekarangan samping Polsek sambil menunggu Team Gegana dari Sat Brimob Polda Jatim.
“Polsek Plosoklaten akan mengajukan Disposal ke Gegana Sat Brimob Polda Jatim untuk penanganan selanjutnya,” pungkasnya.(yy)