berita DAERAH PENDIDIKAN

Enam Sekolah Akan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Kediri, demonstran.com – Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah kota dan Kabupaten Kediri akan melakukan uji coba terbatas pembelajaran tatap muka untuk jenjang pendidikan SMA/SMK/SLB dimulai pada 18 Agustus 2020 mendatang. Ada enam lembaga sekolah yang ditunjuk untuk menggelar tahap uji coba awal tersebut dengan pertimbangan sarana dan prasarana yang dimiliki.

Enam sekolah tersebut terdiri dari, tiga sekolah di Kota Kediri yakni, SMAN 2 Kediri, SMK PGRI 2 dan SLB Putra Asih serta tiga sekolah di Kabupaten Kediri, masing-masing, SMA Muhammadiyah, SMKN 1 Plosoklaten dan SLB Kandat.

Kasi SMK Cabdin Pendidikan Provinsi Jatim Kediri, Sidik Purnomo mengatakan, uji coba terbatas ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 420/11350/101.1/2020 tentang uji coba pembelajaran tatap muka terbatas jenjang SMA/SMK/SLB di Jatim.

“Kami menerjunkan pengawas untuk melihat kesiapan persiapan mereka. Yang terpenting, satuan pendidikan harus membuat SOP berkaitan dengan keselamatan baik oleh siswa, guru dan tenaga pendidikan,” ungkap Sidik Purnomo.

Standar operasional yang diharus dibuat oleh setiap lembaga sekolah penyelenggara uji coba terbatas mulai siswa dari rumah sampai sekolah, hingga pulang kembali ke rumahnya masing-masing.

“Untuk gambarannya, pelaksaaan bagi sekolah di daerah zona hijau dan kuning maksimal dilaksanakan bergantian dengan kuota 50 persen dari seharusnya. Sebanyak 50 persen anak masuk sekolah uji coba terbatas dan 50 persennya lagi tetap di rumah untuk belajar dengan metode daring maupun luring,” terang Sidik Purnomo.
Apabila satu rombongan belajar (rombel) sesuai kapastitas ruang kelas 36 siswa, maka dalam pembelajaran uji coba terbatas ini hanya setengahnya saja. Pembatasan kuota tersebut juga berlaku pada tenaga pendidiknya. Sehingga dalam pembelajaran memperhatikan physical dan sosial distancing.

Adapun SOP tertulis yang harus dibuat oleh masing-masing sekolah tersebut antara lain, siswa wajib memakai masker. Kemudian siswa masuk sekolah akan dilakukan pengecekan suhu badan. Kemudian ada petunjuk tata cara pakir kendaraan. Selanjutnya saat berada di dalam kelas, siswa langsung duduk di bangkunya dan tidak ada jam istirahat.

“Satu hari 4 jam langsung tanpa istirahat. Sehingga satu orang guru bisa mengajar 2 jam. Guru juga tidak boleh istirahat di kantor. Lalu, kegiatan olahraga secara fisik tidak diperbolehkan, kegiatan ekstra kurikuler apapun ditiadakan, serta tidak ada kegiatan diluar KBM (kegiatan belajar mengajar),” jelas Sidik.

Sekolah yang akan menyelenggarakan uji coba terbatas pembelajaran tatap muka memiliki waktu kurang lebih satu minggu untuk mempersiapkan diri. Sementara itu, terkait pelaksanaan tersebut nantinya akan dilakukan evaluasi secara terus menerus.(glh)