berita POLITIK

Empat Koalisi Partai Dibentuk Sebagai Rival Koalisi Istana

Kediri, demonstran.com – Munculnya kabar soal adanya koalisi empat partai menjelang bergulirnya pesta demokrasi lima tahunan dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Kediri 2020, juga dibenarkan oleh Taufiq Chavifudin selaku Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Taufiq mengakui jika ke empat partai tersebut memiliki arah yang sama untuk membentuk koalisi diantaranya Gerindra, PPP, PKS dan Demokrat.

Dijelaskan oleh Taufiq, jika kempat partai koalisi ini dibentuk sebagai rival dengan adanya koalisi istana atau aksi borong partai sebagai maksud untuk memunculkan calon tunggal dalam kontestasi Pilbup Kediri 2020 nanti.

“Kita ingin tidak terjadi kemubadziran demokrasi di Pilkada Kabupaten Kediri. Puluhan miliar anggaran Pilkada akan terasa sia-sia jika masyarakat tidak diberi alternatif pilihan yang bermutu. Tengara menguatnya borong rekom untuk memuluskan calon tunggal harus dilawan. Sebagai bentuknya, kita akan mengkonter dengan koalisi empat partai ini,” kata Taufiq kepada Demonstran.com saat dihubungi melalui telepon, Kamis (27/2).

Menurut Taufiq, sejauh ini partai Gerindra, Demokrat, PPP dan PKS dalam barisan yang sama. Komunikasi intens terus dilakukan untuk mematangkan koalisi empat partai ini.

“Pertemuan terus kita lakukan, terakhir pada Selasa (25/2) yang menghadirkan masing-masing ketua partai di tingkat daerah yang intinya mempunyai arah yang sama untuk melawan koalisi istana tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Taufiq berkomentar, jika gagasan untuk memunculkan calon tunggal dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Kediri pada 23 September 2020 tersebut dinilai sebagai paradoks demokrasi atau merupakan demokrasi yang tidak sehat serta tidak mendidik masyarakat dalam berdemokrasi.

“Munculnya calon tunggal ini merupakan kegagalan parpol dalam kaderisasi. Parpol harus bertanggung jawab dalam kaderisasi dan promosikan kadernya. Tidak boleh calon tunggal karena itu aklamasi, apalagi disandingkan dengan bumbung kosong yang tidak bernyawa dan tidak punya visi-misi,” kata Taufiq.

Ia mengatakan, parpol seharusnya memberikan pendidikan kepada masyarakat cara berdemokrasi yang sehat. Jangan sampai masyarkaat disuguhi calon tunggal yang tidak ada pilihan lain untuk menjadi calon pemimpin di daerahnya.

“Parpol sebagai pilar demokrasi dan aset negara harus menunjukan kualitasnya,” Ucap Taufiq.

Disinggung siapa bakal calon bupati yang akan di dorong dari koalisi empat partai ini, Taufiq menyebut adalah Masykuri Ihsan.

“Untuk bupatinya kita dorong nama Masykuri Ihsan. Dua periode menjabat sebagai wakil bupati Kediri saya rasa cukup kompeten jika sosok Masykuri yang kita dorong. Sedangkan untuk wakil dari Masykuri ini muncul tiga nama calon diantaranya Eks Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Supoyo, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Kediri Mudawamah, dan Nur Aini,” bebernya.

“Intinya dari tiga nama yang muncul itu kami tak ada masalah. Semuanya bagus. Tinggal bagaimana nanti kita akan komunikasikan terlebih dahulu baik dengan Masykuri maupun partai yang semisi dengan ini,” imbuhnya.

Diketahui, istilah koalisi istana muncul setelah PDIP ingin mengeluarkan calon tunggal dalam kontestasi Pilbup Kediri 2020. Hal itu merupakan staretegi politik yang dilakukan dengan cara memborong rekom partai sehingga lawan tak dapat muncul lantaran tak mempunyai rekom. Sedangkan calon tunggal yang digadang-gadang akan maju tersebut adalah Hanindhito Himawan Pramono yang notabene adalah putra dari Sekretaris Kabinet RI, Pramono Anung.(glh)