berita POLITIK

Eko Ediono : Tanpa Rekomendasi, Otomatis Tidak Bisa Maju

Kediri, demonstran.com – Peta politik menjelang pesta demokrasi lima tahunan dalam Pilihan Bupati (Pilbup) Kediri 2020 semakin menarik untuk disimak.
Kabar terakhir muncul, jika bakal pasangan calon (bapaslon) yang sebelumnya digadang-gadang memiliki elektabilitas tinggi dan didapuk sebagai calon terkuat di bursa Pilbup Kediri Mujahid – Eko Ediono dikabarkan  pesimis untuk maju dalam kontestasi tersebut lantaran disinyalir tak mendapat rekom dari partai politik (Parpol).
Kabar itupun seketika menyeruak dan menimbulkan bahan pembicaraan hangat dikalangan pengamat politik hingga masyarakat.
Sementara itu, saat Demonstran.com mencoba mengkonfirmasi terkait kebenaran pemberitaan itu dengan menghubungi bakal calon Wakil Bupati Kediri Eko Ediono melalui via WhatApps ternyata tak menampik terkait hal tersebut. Menurutnya, saat ini peluang Mujahid – Eko Ediono untuk maju menjadi AG 1 dan AG 2 sangatlah tipis.
“Tampaknya rekomendasi dari partai-partai sudah mengarah Hanindito Himawan Pramono yang notabene adalah putra dari Sekretaris Kabinet RI Pramono Anung. Sehingga secara otomatis Mujahid-Eko Ediono tidak bisa lanjut untuk maju ke kontestasi dalam Pilbup Kediri 2020,” jelas Eko, Senin (24/2).
Eko pun menegaskan bahwa dirinya beserta Mujahid bukan mengundurkan diri. Namun, mereka lebih memilih untuk disebut tidak mendapatkan rekomendasi dari partai-partai politik.
”Yang jelas kalau semua partai rekomnya ke Mas Dito, ya otomatis kami tidak bisa maju. Jadi dalam hal ini kami tidak mengundurkan diri, tetapi tidak mendapat rekom,” katanya.
“Dan itu mekanisme yang harus dihormati karena rekom adalah wewenang penuh partai,” imbuhnya.
Namun, saat ditanyai Demonstran.com mengenai komunikasi dengan partai yang memiliki jumlah kursi sedikit yang harus berkoalisi, Eko tidak memberikan jawaban pasti.
Ia hanya mengaku untuk menunggu hingga nanti muncul pasangan calon bupati dan wakilnya.
“Yah… Politik kan penuh dinamika Mas. Wait and see saja dululah. Tetapi dari resonansi politik yang bergaung, sudah dapat didengar,” pungkasnya.(glh)