berita PENDIDIKAN

Edukasi Sejarah Budaya Kediri Penting Untuk Pelajar

Kediri, demonstran.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten  Kediri memilki cara tersendiri untuk mengedukasi para pelajar agar tertarik terhadap pengatahuan sejarah serta dapat melestarikan sejarah peninggalan nenek moyang, apalagi nanti tahun 2020 Kabupaten Kediri sebagai tuan rumah lawatan sejarah tingkat provinsi.
Salah satu cara Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Kediri yakni dengan menggelar edukasi sejarah budaya Kediri dengan peserta dari SMA/SMK, dengan puncak acara pada hari Sabtu, (28/12).
Edukasi sejarah budaya Kediri tersebut digelar selama tiga hari yakni mulai tanggal 26 sampai dengan 28 Desember 2019. Adapun untuk dua hari sebelumnya dilakukan di lapangan yakni ditempat cagar budaya untuk melakukan edukasi serta bertanya terkait dengan peninggalan sejarah yang ada di Kediri. Untuk puncak acara digelar di basement monumen SLG.
Dalam acara puncak tersebut para siswa diwajibkan mempresentasikan makalah yang sudah dibuatnya dihadapan dewan juri.
Kegiatan tersebut melibatkan para siswa siswi SMA/SMK baik negeri maupun swasta se Kabupaten Kediri, dengan total peserta terbagi menjadi 44 grup dengan satu grup berjumlah 5 orang.
Yuli Marwantoko, Kabid Sejarah Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri mengatakan bahwa hari ini peserta mempresentasikan hasil makalah kehadapan dewan juri. Dalam penilaian presentasi tersebut meliputi penulisan, penguasaan waktu dilapangkan, materi yang ditulis saat tanya jawab juga mempengaruhi penilaian.
“Pemenangnya selain mendapat hadiah pembinaan juga akan kita siapkan untuk menyongsong tahun 2020 Kabupaten Kediri menjadi tuan rumah lawatan sejarah, selain itu juga kita siapkan untuk maju ke perlombaan di tingkat provinsi,” jelasnya.
Yuli berharap agar anak milineal ini mencintai budaya dan  kultur yang ada di kediri dengan budaya atau situs yang ada di relief-relief situs sebagai makna kehidupan.
Tampak hadir dalam puncak acara tersebut Eko Ediono, selaku ketua dewan pendidikan Kabupaten Kediri serta ketua tim ahli cagar budaya kabupaten kediri
Dalam sambutannya Eko mengatakan bahwa edukasi ini berguna untuk memperkenalkan dan menggali lebih dalam  potensi budaya di kabupaten Kediri dengan mengenali cagar budaya peninggalan sejarah masa lalu sehingga mereka bisa menjelaskan unsur unsur identitas kabupaten Kediri. Kaum milenial juga biar tahu bagaimana sih Kediri dilihat dari masa lalu hingga sekarang, selain itu juga agar mengenal budaya setempat sehingga bisa mendukung kaum mileneal yang orientasinya selalu kedepan agar bisa bercermin  mengenali masa lalu serta sejarah kabupaten kediri.
“Tangan mencapai bintang dilangit, kaki tetap berbijak di bumi Pertiwi, teknologi maju IPTEK maju budaya setempat tetap maju,” ucap Eko.
Eko Ediono berharap agar generasi milenial ikut menyebar luaskan melalui medsos ke masyarakat luar agar tertarik datang ke Kediri.
Perlu diketahui dalam perlombaan tersebut untuk juara 1 berhasil diraih oleh SMA Negeri 1 Plemahan, juara 2 SMA Negeri 1 Kandat, juara 3 SMAN 2 Pare, juara harapan 1 SMA Negeri 1 Gurah, harapan 2 SMA Negeri 1 Purwoasri sedangkan duta sejarah putra diraih SMA Queen Al Falah, Duta sejarah Putri diraih SMA Negeri Plosoklaten, Sedangkan duta musium putra diraih SMA Negeri 1 Gurah dan duta musium putri diraih SMA Negeri 2 Pare. (yy)