berita Olah Raga

Dua Pemain Persik Kediri Kena Sanksi PSSI

Kediri, demonstran.com – Menjalani laga pertama putaran kedua menghadapi PSBS BIAK pada 23 Agustus 2019, Persik Kediri tidak diperkuat dua pemain pilar eks Timnas Indonesia U-19 yakni Ibrahim Sanjaya dan Moch Edo Febriansyah. Pasalnya kedua pemain belakang itu terkena sanksi dari PSSI tidak diperbolehkan main sebanyak 1 laga bersama Persik Kediri. Sanksi ini diberikan setelah insiden baku hantam antara pemain Madura FC dengan Persik Kediri, pada 2 Agustus 2019 di Stadion Ahmad Yani, Sumenep.

Canda Adi Surya, Media Officer Persik Kediri mengaku membenarkan soal adanya sanksi tersebut. Itu diketahui setelah manajemen Persik Kediri menerima surat dari PSSI pada Selasa (13/8) kemarin, terkait sanksi terhadap pemain.

“Soal hukuman itu benar adanya yang tertuang dari surat pemberitahuan dari PSSI yang intinya terkait tingkah laku buruk pemain,” katanya saat dikonfirmasi demonstran.com melalui telepon, Rabu (14/8/2019).

Meski Manajemen Persik Kediri pada akhirnya menerima hukuman dari PSSI tersebut, tapi dari sisi lain manajemen menganggap jika keputusan yang diambil oleh PSSI adalah sepihak.

“Kita hanya bisa menerima. Sebab didalam surat tembusan tersebut tertera jika keputusan itu tak dapat diganggu gugat alias tak bisa mengajukan banding,” ungkapnya.

Lanjut CAS, keputusan PSSI dirasa sepihak. Alasannya manajemen Persik Kediri  telah melampirkan video sebagai bukti otentik ternyata tidak dijadikan acuan pengambilan keputusan.

“Dalam video itu, Ibrahim Sanjaya terlihat tidak melakukan pemukulan ataupun melakukan pelanggaran, justru ia yang dilanggar oleh pemain Madura FC saat menguasai bola. Di video ada kok. Lalu mengapa PSSI menjatuhkan keputusan tersebut dan tak menggubris lampiran video,” kata CAS sapaan akrab media officer Persik Kediri ini yang seolah mengajukan nada pertanyaan kepada wartawan ini.

Sementara itu, saat Demonstran.com mencoba mewawancarai Ibrahim Sanjaya salah satu pemain yang terkena hukuman dari PSSI tersebut hanya mengaku pasrah terhadap keputusan PSSI. Meski pihaknya sama sekali tidak melakukan aksi pelanggaran ataupun pemukulan.

“Saya tidak melanggar dan saya tidak memukul. Saya tidak tahu kenapa saya tiba-tiba dikartu merah oleh wasit saat itu. Tapi mau bagaimana lagi, keputusan sudah menyatakan seperti itu. Namun kedepannya ia berharap agar wasit maupun PSSI sekalipun harus bekerja dengan baik tanpa merugikan salah satu pihak manapun,” ungkapnya.(glh)